Selasa, 11 Oktober 2016

Lulung Bikin Polling, Yg Menang Ahok, Eh Lulung Malah Kesal Ngomel Sendiri! Share!

transparanjujur.blogspot.com � Akhir pekan lalu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana membuat polling Twitter mengenai cagub dan cawagub DKI. Polling tersebut muncul pada Sabtu (8/10/2016) di akun Twitter @halus24.

"Siapakah calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 pilihan favorit Anda, semoga polling ini bermanfaat untuk warga Jakarta," tulis Lulung di akun Twitter-nya tersebut.

Ternyata, dalam hasil polling tersebut, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat unggul dengan persentase 45 persen.

Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni meraih dukungan sebesar 37 persen. Kemudian, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendapatkan dukungan sebanyak 18 persen.

Pada Selasa (11/10/2016), sudah ada 11.370 netizen yang mengikuti polling itu.

Mengaku jebakan

Lulung mengaku polling tersebut sengaja dia buat untuk menjebak netizen. Dia melakukan hal ini untuk mengetahui siapa di balik netizen yang selalu mem-bully dia di Twitter.

"Jebakan saya rupanya berhasil. Selama ini saya tahu bahwa di Twitter saya yang suka bully saya itu netizen palsu, akun-akun bodong," ujar Lulung ketika dihubungi, Selasa.

Dengan polling ini, Lulung menjadi tahu netizen yang menyerangnya merupakan pendukung salah satu cagub-cawagub.

"Ternyata, dalam polling itu, Ahok lebih unggul kan. Berarti orang yang selama ini gunakan akun palsu dan bully saya, mereka disuruh majikannya," ujar Lulung.

"Jadi saya baru tahu ternyata netizen itu netizen palsu semuanya. Syukurin lo gue jebak," ucap Lulung.


Sumber: kompas.com

Senin, 10 Oktober 2016

Rakyat Turki 96.5% Muslim, Tak Pernah Menyerang Walikotanya Yang Kristen Dengan Almaidah 51

transparanjujur.blogspot.com - Sebagaimana Kita ketahui bersama Turki adalah negara dengan penduduknya yang mayoritas muslim, negara ini juga suka dipuja puja oleh barisan sakit hati yang kemaren jagoanya kalah di pilpres 2014,

Penduduk Turki tercatat 96.5% muslim. Di Kota Mardin, ada seorang perempuan Kristen yang cantik menjadi walikota bernama Februniye Akyol.

Tapi rakyat Turki tak pernah menyerang wanita kristen bernama Februniye Akyol yang menjadi walikota Mardin ini dengan Al-Maidah : 51. Asik-asik aja tuh.

Sudah kafir ( versi pendukung anies - sandiaga Uno) , perempuan, jadi pemimpin pula.

Apa ini tidak haram ? coba tanyakan saja kepada pendukung anies baswedan - sandiaga uno yang akhir akhir ini suka menyerang ahok pakai almaidah 51

Coba Bandingkan dengan apa yang terjadi di jakarta akhir akhir ini ?

Sebagaimana Dikutip islamnkri.com dari media online koran-sindo.com , Keberhasilan Sadiq Khan terpilih sebagai walikota muslim pertama di London, Inggris, membuka fakta bahwa minoritas bisa terpilih memimpin suatu wilayah.

Pengamat sosial Emlyn Pearce membeberkan fakta bahwa banyak pemeluk Kristen yang menorehkan prestasi seperti Khan di negara-negara muslim.

Pada 2005 Alice Samaan menjadi pemeluk Kristen pertama dan perempuan pertama yang menjadi ketua majelis tinggi parlemen Bahrain. Bahrain adalah negeri dengan populasi 70% muslim,� ungkap Pearce.

Menurut Pearce, Pakistan saat ini memiliki seorang menteri pelabuhan dan pengiriman yang beragama Kristen yakni Kamran Michael.

Pakistan merupakannegara dengan 96,4% populasinya muslim.

Kota Mardin di Turki baru-baru ini memilih walikota Kristen perempuan pertama, Februniye Akyol. Turki merupakan negara dengan populasi 96,5% muslim,� tuturnya.

"Adapun, Boutros Boutros Ghali merupakan pemeluk Kristen koptik dan mantan pemimpin Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) yang sebelumnya menjabat menteri luar negeri Mesir selama 14 tahun. Mesir memiliki populasi 90% muslim,� ungkap Pearce.

Boutros Boutros-Ghali adalah Sekretaris Jendral PBB yang keenam. Ia berasal dari Mesir dan menjabat sebagai Sekjen PBB dari Januari 1992 hingga Desember 1996.

Pearce juga menyebutkan, �Ibu kota negara dengan populasi muslim terbesar dunia, Indonesia, memiliki gubernur Kristen Basuki Tjahaja Purnama. Indonesia memiliki populasi 87,2% muslim.
Tidak hanya itu, Pearce juga menyebut, Senegal memiliki presiden Katholik yakni Leopold Sedar Senghor selama 20 tahun.Senegal merupakan negara dengan populasi 92% muslim.

Lebanon memiliki seorang presiden Kristen, Michel Suleiman, dari 2008 hingga 2014. Lebanon memiliki populasi 54% muslim,� paparnya.

Selanjutnya Pearce menyebut, walikota Ramallah, ibu kota Palestina, adalah Janet Mikhail, seorang pemeluk Katholik Roma.

�Fantastis, London menolak gelombang islamofobia yang menyapu budaya kita untuk memilih walikota berdasarkan kebijakan dan kualitas pribadinya, tapi jangan menganggap bahwa hanya negara-negara barat yang menjadi tempat satu-satunya di mana agama minoritas dapat terpilih ke posisi penting,� ungkap Pearce.

Pearce mendorong agar setiap negara di dunia tidak membatasi agama seorang calon pejabat publik.

�Beberapa negara memiliki undang-undang yang secara langsung menyebut bahwa kepala negara harus menjadi bagian dari satu agama tertentu, bentuk kefanatikan agama yang tak dapat diterima pada abad ke- 21,� papar Pearce yang menambahkan, salah satu negara itu adalah Inggris yang undang-undang menyatakan bahwa raja harus seorang Kristen Protestan.

Sementara, sehari setelah pelantikannya sebagai walikota London, Sadiq Khan menuding Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron menggunakan taktik memecah belah masyarakat untuk menghalangi pemilihannya. Anggota parlemen dari Partai Buruh itu mengecam upaya Partai Konservatif untuk mengaitkannya dengan kelompok ekstremis saat kampanye pemilu.

�Mereka menggunakan ketakutan dan sindiran untuk membuat kelompok etnis dan agama yang berbeda saling konflik,� tulis Khan, di surat kabar The Observer yang terbit kemarin. �Warga London berhak mendapat yang lebih baik dan saya harap ini sesuatu yang tidak diulangi Partai Konservatif,� ujar Khan.

Pada pemilihan walikota London pada Kamis (5/5), Khan meraih 57% suara atau 1,3 juta suara untuk mengalahkan lawan utamanya, jutawan Tory Zac Goldsmith. Khan juga menorehkan sejarah baru sebagai walikota muslim pertama di ibukota negara barat yang sangat penting. Khan, 45, adalah putra imigran asal Pakistan yang berprofesi sebagai pengemudi bus.

Dia menyebut keberhasilannya sebagai kemenangan persatuan terhadap perpecahan. Khan lahir di London pada 1970. Dia tinggal di apartemen bersama enam kakak dan adik perempuannya di Tooting, London Selatan, yang dihuni banyak imigran.

�Cerita saya adalah cerita tentang London. Ayah saya seorang supir, ibu saya penjahit. London menjadi tempat yang memberikan kesempatan pada saya untuk berkembang dari rumah susun kemudian menjalankan usaha hingga menjabat di kabinet,� jelas Khan yang sebelumnya merupakan anggota parlemen oposisi Partai Buruh.

Editor & Sumber: Islamnkri.com

LIKE And SHARE

Terungkap! Bukan Ahok 'Korban Pelintir' Pertama Buni Yani! Ini Daftarnya!

transparanjujur.blogspot.com - Ternyata Ahok bukanlah korban pertama pemintiran Buni Yani, sebelumnya Buni Yani juga pernah memelintir perkataan ulama-ulama terkenal, diantaranya adalah Profesor Quraish Shihab, dengan keahliannya memelintir itu si Buni Yani berhasil membuat geger seolah olah Profesor Quraish Shihab mengatakan bahwa nabi tidak dijamin bakal masuk sorga karena amal atau perbuatannya.

Bukan itu saja, si Buni Yanni juga memelintir perkataan Grand Mufti Suriah Syaikh Ahmad Badruddin Hassoun bahwa ia menyeru pemusnahan rakyat Aleppo.

Kedua tokoh yang telah dipelintir perkataannya oleh si Buni ini adalah ulama besar, dengan sangat enteng si Buni asyik saja memelintir perkataan beliau beliau ini, padahal sama-sama muslim, seukhuwah dan seiman, apalagi Ahok yang non muslim, tentu ada keasyikan tersendiri buat si Buni ini dalam kreatifitas konyolnya ini.

Orang ini kalau tidak dihentikan akan sangat membahayakan, karena sepertinya dia memang suka sekali menciptakan kegemparan dengan pelintirannya, mengadu domba umat, lalu akan memancing di air keruh.

Yang membuat publik geram adalah, kenapa si Buni tidak memanfaatkan keahliannya untuk menyerang Aa Gatot atau Dimas Kanjeng Taat yang sudah jelas-jelas menyimpang? (ambiguistik.com)

LIKE DAN SHARE

Lulung Bikin Polling Cagub DKI Favorit, Eh Yang Menang Malah Si Ahok! Share!

transparanjujur.blogspot.com - Netizen heboh dengan polling Twitter bikinan Haji Lulung. Dari sekitar 11 ribu votes 45 persen dimenangkan Ahok-Djarot. Dan banjirlah komentar kocak, Senin (10/10/2016).

Abraham Lunggana atau yang populer disebut Haji Lulung melalui akun Twitter miliknya @halus24 membuat sebuah polling pada Sabtu (8/10/2016) lalu.

"Siapakah calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 pilihan favorit anda, semoga polling ini bermanfaat untuk warga Jakarta."

Demikian tweet akun milik Haji Lulung dengan tiga pilihan votes.

Agus - Sylvi, Anies - Sandi dan Basuki - Djarot.

Hasilnya mengejutkan, ada 11.370 votes yang ikut polling ini.
Jumlah yang sangat banyak untuk sebuah polling di Twitter, karena biasanya polling diikuti oleh ratusan akun Twitter.

Bagaimana hasilnya?

Meski diletakkan pada posisi pertama pasangan Agus - Sylvi mendapat 37 persen suara, sementara Anies - Sandi mendapat 18 persen sementara Basuki - Djarot 45 persen.

Seperti diketahui Haji Lulung selama beberapa waktu terlihat dalam interaksinya berseberangan dengan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal inilah yang memicu tawa netter melalui komentar pada tautan polling tersebut.

Netter bahkan ramai-ramai agar hasil polling ini tidak dihapus oleh Haji Lulung.

Berikut komentar-komentar jahil netizen pada Haji Lulung.

Ada netizen yang menyarankan agar polling tidak dihapus namun bilang kalau akun dihack.

"@mutia_1205 @halus24 ga dihapus pura2 di hack aja," tulis akun Edi_S ?@ediwanqu.

 Ada juga yang 'menggoda'.

"@halus24 kok ahok lg yg no 1...gk bs ini bang... ini pasti program polling nya ini yg bermasalah bang... hrs di usut ini.. hehe," tulis akun subiyanto ?@Subiyanto4k1un.

"@halus24 @timomanullang Survey bapak membuktikan... silahkan pak ikuti kata hati pak... Survey ini membuka pikiran kita heheeee," imbuh akun Michael 76N ?@michaellaen84.

"@halus24 @Gus_Arifin bang haji lg nyari hidayah mau dukung siapa,, dn trnyata ...hahah," tambah akun New Indonesia ?@Qita_Indonesia.

Masih banyak tweet-tweet jahil lainnya yang tertaut dalam polling tersebut


sumber: tribunnews.com

Pengamat Politik : Ahok Menjadi Kuat Karena Jujur!

transparanjujur.blogspot.com � Pengamat politik, Sebastian Salang, menilai �pesona� sang petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, masih melekat di hati masyarakat Jakarta. Ketertarikan masyarakat Jakarta akan sosok Ahok itu, kata Sebastian, dikarenakan kepribadian Ahok yang jujur, berani dan transparan.

�Sekarang sudah zaman keterbukaan, semua sudah bisa berpolitik, tetapi masyarakat Jakarta masih membutuhkan pribadi yang jujur dan berani dalam membangun Jakarta,� kata Sebastian , Minggu (9/10).

Lebih lanjut Sebastian mengatakan bahwa untuk mencari seorang pemimpin yang jujur dan berani seperti Ahok itu tidaklah gampang.

�Pemimpin Jakarta itu harus jujur dan berani, tidak dipengaruhi oleh siapa pun dalam mengambil keputusan, dan itu yang dirindukan masyarakat,� papar Sebastian.

Ia pun meyakini, Jakarta yang rata-rata masyarakatnya memiliki pendidikan yang tinggi, tidak akan begitu saja terpengaruh isu-isu politik, mereka justru lebih tahu mana pemimpin yang akan dia pilih.

�Masyarakat Jakarta tidak akan banyak terpengaruh oleh isu-isu politik, karena mereka tau siapa yang layak menjadi gubernur DKI,� tukas Sebastian.

Meski begitu, Sebastian juga tak menampik bahwa Ahok masih cukup lemah dalam melakukan dialog dan komunikasi publik.

�Kelemahan Ahok adalah dirinya masih kurang dalam melakukan komunikasi publik. Maksudnya baik, mungkin cara penyampaiannya yang tidak enak didengar,� ujarnya.

Sebastian pun melihat bahwa semenjak diri Ahok didukung oleh sejumlah partai politik, kepribadian Ahok sudah sedikit berubah.

�Sekarang dia (Ahok) sudah mulai rem-rem kalau bicara ke publik dan itu ada nilai positifnya,� pungkas Sebastian.


Sumber: (jitunews.com)

Minggu, 09 Oktober 2016

Buka Mata Buka Hati, Inilah Permintaan Maaf Resmi Ahok Soal Surat Al Maidah! Bantu Share!

transparanjujur.blogspot.com -  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengucapkan permintaan maaf kepada umat Islam terkait ucapannya yang dinilai sejumlah pihak melecehkan kitab suci.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016).

Pria yang biasa disapa Ahok ini menyatakaan bahwa ia bukanlah orang yang anti atau memusuhi agama tertentu, termasuk Islam.
Ia mengatakan, selama pemerintahannya, banyak madrasah yang mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Bukan saya mau ria (pamer) ya, sekolah-sekolah Islam yang kami bantu izin berapa banyak, termasuk KJP (Kartu Jakarta Pintar) untuk madrasah, termasuk kami bangun masjid," ujar dia.

Ahok pun bertanya sekaligus mengajak kita semua untuk berpikir lebih kritis, "Kamu lihat tindak-tanduk saya ada enggak ingin musuhin Islam? Ada enggak melecehkan Al-Quran?," tegasnya.

Oleh karena itu, Ahok meminta agar polemik mengenai ucapannya itu tak lagi diperpanjang.

"Saya minta maaf atas kegaduhan ini. Saya pikir komentar ini jangan dilanjutkan lagi. Ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara," sambung Ahok.

Ucapan Ahok yang dianggap banyak pihak menyinggung isi Al Quran disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Saat itu, ia menyatakan tidak memaksa warga Kepulauan Seribu untuk memilih dirinya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pernyataannya itu disertai ucapannya yang mengutip bunyi surat Al Maidah ayat 51.

=====

Silahkan dishare permintaan maaf Ahok ini agar polemik dapat cepat kembali reda, terima kasih.


sumber: kompas.com

Tamparan Buat AA Gym & Arifin Ilham! Rais Syuriah PBNU: Muslim & Nonmuslim Punya Hak Jadi Pemimpin!

transparanjujur.blogspot.com - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin menilai, kepemimpinan yang dibutuhkan sekarang ini, baik untuk negara maupun dalam level daerah, adalah pemimpin yang bisa dipercaya dan mampu membawa kemajuan atas daerah yang dipimpinnya.

Kriteria itu bisa didapatkan dari seorang pemimpin muslim maupun nonmuslim, karena sejatinya keduanya sama-sama mempunyai hak untuk menjadi pemimpin.

"Muslim dan Nonmuslim mempunyai hak yang sama untuk menjadi pemimpin. NU tidak dalam posisi mendukung, apalagi menghalangi orang untuk menjadi pemimpin," kata KH Ahmad Ishomuddin dalam acara Halaqoh (Pertemuan) Kaum Muda NU Jakarta dengan tema "Pilkada: Kesetiaan pada Pancasila dan UUD 1945" yang digelar di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (9/10).

Menurut dia, ramainya perdebatan mengenai pemimpin yang dikaitkan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) lebih karena tidak memahami tafsir dan asbabunnuzul dari ayat yang dijadikan dalil. Misalnya, Ayat 51 Surat Al Maidah, kata dia, merujuk tafsir terdahulu. Yang dimaksud dalam ayat itu bukan untuk pemimpin, seperti gubenrur, melainkan karena konteks saat itu yang sedang dalam kondisi perang.

KH Ahmad Ishomuddin merasa perlu menyampaikan imbauan itu, karena sekarang ini banyak beredar isu dan wacana di pemberitaan, terutama di media sosial, yang begitu gampang mencaci seseorang dan berkomentar kasar dengan argumentasi SARA.

"Sangat banyak komentar yang tidak santun dan tidak sesuai dengan Pancasila. Ini tentu bertentangan dengan agama kita. Demokrasi belum baik di negara ini. Buktinya, kalau mau hebat caranya dengan melakukan kampanye hitam, mencari kesalahan orang lain. Maka, kemudian politik kita bercitra buruk, menjadi negatif, tergambar sebagai dunia hitam yang perlu dihindari," ujarnya.

Bagu NU, kata dia, dalam menyikapi momentum demokrasi seperti pilkada, terlebih seperti Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, adalah agar demokrasi berjalan dengan baik sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Karenanya, dia mengimbau agar dalam berdemokrasi jangan menggunakan isu SARA sebagai alat untuk menyerang lawan politik dan menjatuhkannya.

"Isu SARA sama sekali tidak diperkenankan untuk digunakan dalam rangka mendiskreditkan orang lain. Kita menjunjung tinggi budaya dan adab. Tidak boleh merendahkan pihak lain untuk suatu kemenangan politik. Tidak boleh menyerang dengan SARA untuk mengalahkan lawan politik. Itu melanggar UUD 1945," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ishomuddin kemudian menyampaikan perihal ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang belakangan dianggap menistakan Alquran. Ishomuddin yang mengaku telah melihat secara utuh rekaman tersebut menilai bahwa tidak ada niat dari Ahok untuk menistakan kitab suci umat Islam.

"Saya setelah melihat utuh videonya. Beliau (Ahok) tidak mempunyai niat untuk melecehkan, karena secara logika tidak mungkin orang yang sedang mencalonkan kemudian melecehkan. Jadi, tidak masuk akal kalau itu berniat melecehkan," katanya.

Terhadap semua pihak, Ishomuddin juga mengajak agar dalam berdemokrasi dan hidup bernegara tidak mudah untuk menyesatkan seseorang serta dengan begitu mudah menuding seseorang dengan sebutan telah melakukan penistaan. Lebih baik, kata dia, ketika mendengar atau membaca suatu informasi terlebih dahulu tabayyun atau melakukan klarifikasi untuk memperoleh suatu informasi yang diyakini benar.

"Oleh karena itu, kegiatan politik kita harus dengan menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 serta dengan tidak membenturkan agama. Hal itu hanya akan membahayakan negara kita. Kalau ada berita apa pun, tabayyun atau klarifikasi. Jangan kita hanya baru membuka Twitter, WhatsApp, atau BBM, setiap berita yang mengandung dua kemungkinan benar atau salah, maka harus dicek lagi. Klarifikasi," jelasnya.

Di tempat sama, Katib Syuriah PWNU Jakarta KH Ahmad Zahari juga menyampaikan, NU DKI tidak pernah mewajibkan warganya untuk mendukung salah satu calon. Dia mengajak warga NU untuk secara sadar menggunakan hak pilih dan memilih berdasarkan rekam jejak serta program-program calon.


Sumber: beritasatu.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India