Minggu, 26 Juni 2016

Rizal Ramli Semprot DPR! Banyak Yg Gak Punya Skill Tapi Jadi Anggota DPR!

transparanjujur.blogspot.com - Menko Kemaritiman Rizal Ramli sering mengatakan kata maaf ketika berbicara dalam pembukaan Konvensi Anti Korupsi 2016. Acara tersebut digelar PP Pemuda Muhammadiyah.

Rizal mengkritik sistem politik di Indonesia. Karena sistem yang ada sekarang ini membuat aktivis sulit menjadi anggota DPR karena tidak memiliki dana yang cukup untuk berkampanye. Aktivis, dikalahkan oleh orang yang memiliki uang serta bandar.

Menurut Rizal, seseorang membutuhkan uang minimal Rp 3 hingga 5 miliar sebagai modal kampanye.

"Aktivis kalau mau jadi anggota DPR, kalah melulu. Ada yang punya duit Rp 3 miliar kalau ada cukongnya, sedikit sekali (anggota DPR) dari kalangan intelektual atau aktivis. Banyak yang enggak dapat kerja, atau enggak punya skill jadi anggota DPR.

Maaf banget, kalau keluar (dari DPR) enggak bisa kerja karena enggak punya skill," ujar Rizal disambut tawa peserta di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (17/6/2016) malam.

Dalam acara itu hadir Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Anggota DPR Nasir Djamil. Rizal mengaku malu dengan korupsi yang terjadi di Indonesia. Apalagi terkait dengan dunia politik.

"Mohon maaf pedagang. Kalangan pedagang itu pekerjaan mulia tapi kalau pedagang merangkap pengusaha. Penguasa juga mulia tapi kalau digabung jadi malapetaka," ungkap Rizal.

Rizal mengaku bangga dengan masa lalu dimana tingkat korupsi rendah dan pemimpin nasional yang berintegritas. Saat Orde Baru dengan sistem sentralisasi maka koruptor terpusat di pemerintahan pusat.

"Media takut dan DPR diam saja," ungkapnya.

Setelah reformasi terjadi pergeseran korupsi karena kekuasaan terdesentralisasi. Terdapat raja-raja kecil di daerah yang membuat korupsi terjadi.

Ia mengatakan saat Orde Baru terjadi 30 persen dari total anggaran. Lalu pasca Orde Baru meningkat menjadi 45 persen dari anggaran.

"Dari tahap perencanaan di DPR, anggaran dibagi-bagi berjamaah, yang ngelawan harus berjamaah. Kalau dulu (dipotong anggaran) saat implementasi program," imbuhnya. 


Sumber: Tribunnews

Akhirnya Keputusan Ahok Jalur Maju Pilkada Akan Diputuskan Setelah...

transparanjujur.blogspot.com - Walau sudah berjumpa dengan "Teman Ahok", Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hingga kini masih belum memastikan jalur apa yang akan dia tempuh untuk maju Pilkada DKI 2017.

Ahok menyampaikan akan menunggu "Teman Ahok" selesai merekapitulasi 1 juta KTP terlebih dahulu.

"Kita tunggu mereka dulu, supaya menghargai mereka. Kami sepakat tunggu mereka dulu, mereka minta waktu sampai (rekapitulasi) 1 juta," ungkap pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (27/6/2016).

Pada pertemuan terakhir dengan "Teman Ahok", Ahok mengaku membahas strategi untuk membuktikan keraguan beberapa pihak akan 1 juta KTP Teman Ahok.

Nantinya mereka akan merekapitulasi 1 juta KTP dan mengundang pihak-pihak yang meragukan 1 juta KTP itu. Kemudian, mereka akan disuruh memilih secara acak siapa ingin diverifikasi.

Ketika ditanya lagi mengenai jalur apa yang akan dipilih, Ahok memilih tidak menjawab pertanyaan itu saat ini.

Dia memilih untuk pulang ke kampung halaman dulu bersama keluarga sebelum mengurus pilkada.

"Aku mau pulang ke Belitung dulu, makan ketupat dulu, baru putusin," ungkap Ahok.


Sumber:kompas.com

Terbongkar! Ternyata Pembuat Kerusuhan saat Demo Bukan Warga Penjaringan!

transparanjujur.blogspot.com - Kasubag Humas Polres Jakarta Utara, Kompol Sungkono menyampaikan, bentrokan yang terjadi antara sekelompok warga dengan aparat kepolisian di Penjaringan, Jakarta Utara, ternyata bukan berasal dari warga Kelurahan Penjaringan.

Bentrokan yang terjadi saat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meresmikan RPTRA di Penjaringan Indah, Penjaringan, Jakarta Utara pada Kamis (23/6/2016) sore, kata Sungkono, sebagian warga diduga berasal dari Kelurahan Muara Baru, Jakarta Utara.

Sekarang ini, kata dia, polisi masih memeriksa sejumlah saksi terkait bentrokan tersebut.

"Bukan, itu dari luar Penjaringan, bukan warga mereka. Itu warga Muara Baru. Tapi semua masih dalam penyidikan," ungkap Sungkono saat dihubungi, Jumat (24/6/2016).

Terkait dugaan adanya sejumlah warga yang mengaku sebagai anggota kelompok ormas Front Pembela Islam (FPI), pihak kepolisian juga masih mengumpulkan seluruh bukti rekaman.

Sejumlah warga yang bentrok dengan kepolisian saat Gubernur Ahok menghadiri peresmian RPTRA di Penjaringan Indah pada Kamis sore mengaku berasal dari FPI. Tetapi pihak kepolisian tidak melihat adanya warga yang mengenakan atau membawa atribut FPI.

Sebelum mendatangi RPTRA di Penjaringan, Gubernur Ahok sempat diminta oleh Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Hariadi untuk tidak meresmikan RPTRA tersebut, karena ada sekelompok massa yang menolak kedatangan Basuki dan berpotensi ricuh. Tetapi, Ahok menolak usulan itu.

Selain penolakan di Kelurahan Penjaringan, sejumlah warga juga pernah menolak Ahok ketika ingin meresmikan RPTRA di Kelurahan Rawa Badak, Koja Jakarta Utara. Tapi aksi anarkistis tidak sempat terjadi karena mantan Bupati Belitung Timur itu tidak jadi datang karena harus mendampingi Presiden Joko Widodo.

Akhirnya RPTRA di Rawa Badak diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.


Sumber: kompas.com

Kalau Sampai Kalah, "Wanita Emas" Anggap Dana Kampanye Rp 50 Miliar itu Sedekah!

transparanjujur.blogspot.com - Modal uang yang banyak harus dikeluarkan bakal calon gubernur DKI Jakarta Hasnaeni Moein untuk bertarung di pilkada. Walau belum mendapat kepastian akan dicalonkan, perempuan yang dijuluki "Wanita Emas" ini sudah menyiapkan dana Rp 50 miliar untuk memuluskan langkahnya.

"Kampanye yang saya siapkan Rp 50 miliar sampai 2017, itu uang pribadi saya," ungkap Hasnaeni ditemui di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2016).

Hasnaeni tidak merincikan untuk apa saja uang sebanyak itu. Tetapi, dalam setiap acara blusukan, Hasnaeni memang selalu membagi-bagikan uang dan bahan pokok ke warga.

Saat ditanyakan kemungkinan gagal menjadi gubernur, Hasnaeni meyakinkan bahwa uang yang sudah dikeluarkan tidak akan sia-sia.

"Ya anggap aja sedekah saya untuk masyarakat. Itu kan 2,5 persen infaq ya. Kompas bisa menghitung 50 miliar itu 2,5 persen dari berapa. Kekayaan saya lumayan banyak ya," ungkapnya.

Hasnaeni adalah kader Partai Demokrat. Ia mengaku sudah menjadi pengusaha selama 20 tahun. Hal ini diungkapkannya pada April lalu usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Hasnaeni dilaporkan oleh pengusaha Abu Arief Hasibuan pada November 2014 silam atas tuduhan penipuan.

Abu memberikan Hasnaeni sejumlah uang dan barang senilai Rp 900 juta untuk memuluskan sanggahan banding tender proyek jalan di Jayapura.

Hasnaeni disebut mengaku kenal dengan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Abu yang gagal memenangi tender pun meminta Hasnaeni mengembalikan lagi uangnya.

Bagaimana menurut Anda?


Sumber: Kompas.com

Karena Alasan Ini Ahok Dijamin Lolos Verifikasi Jalur Independen! Share!

transparanjujur.blogspot.com - Pendamping Ahli Teman Ahok, I Gusti Putu Artha menjamin Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama akan lolos verifikasi jalur independen dalam Pilgub DKI 2017. Sekarang ini, 1 Juta KTP dukungan untuk Ahok telah terkumpul.

"Saya garansi lolos jalur perseorangan," ujar Putu di Setiabudi Building, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2016).

Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat ini berani menjamin lantaran mengacu pada persyaratan jalur independen pilkada DKI 2012. Waktu itu, salah seorang calon independen Faisal Basri juga mengumpulkan dukungan KTP serupa. Malahan, dulu diakui Putu sistem pengumpulannya masih sembarangan.

"Komparasinya apa? Faisal Basri yang segitu dukungannya saja lolos. Apalagi yang kita sudah terkumpul 110 persen," ujar Putu.

Maka dari itu, Putu menilai perlu adanya pengawalan khusus pada saat verifikasi berlangsung. Sehingga ada penanggungjawab sistematis di semua bagian dukungan. Malahan, dia juga mewacanakan bakal ada konsolidasi semua relawan Ahok yang tergabung dalam masyarakat dan parpol.

"Jadi harus ada yang bagian ngurusin media, bagian yang verifikasi, bagian yang memetakan keadaan di lapangan juga," jelas dia.

Hal serupa juga disampaikan juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas. Amalia mengatakan, pihaknya sudah berkonsolidasi dengan KPUD DKI soal verifikasi dukungan.

"Tadi kita sudah datang ke KPUD DKI. Kita bawa contoh formulir bahkan softcopy lembaran dukungan kita. Supaya mereka dapat gambaran," jelas dia.

Amalia menambahkan, pihaknya mendapat pujian dari KPUD DKI soal dukungan yang dikumpulkan Teman Ahok. Pasalnya, dukungan tersebut sangat sistematis.

"Mereka sangat apresiasi, kita mendapat pujian dengan sistem yang kita miliki juga. Sejauh ini tidak ada masalah soal verifikasi," ungkapnya.

Dia kembali menekankan keputusan untuk maju melalui jalur independen atau parpol bakal diserahkan sepenuhnya kepada Ahok. "Apapun itu kita mengikut pak Ahok. Kita akan pasang badan," tandasnya.


Sumber: Metrotvnews.com

Astaga! Beredar Surat Satpol PP di Bekasi Minta Jatah Lebaran ke Pengusaha!

transparanjujur.blogspot.com - Menjelang lebaran, sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) sampai lembaga pemerintahan di Kota Bekasi, Jawa Barat, ramai-ramai mencari THR kepada pengusaha. Dalih mereka ialah meminta partisipasi para pengusaha untuk pengamanan ketika lebaran nanti.

"Ada surat dari kelurahan minta partisipasi lebaran, saya ngasih duit Rp 50 ribu," ungkap pegawai salah satu tempat usaha di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Deni, Sabtu (25/6).

Selain itu, kata dia, permintaan serupa juga datang dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi. Dalihnya juga sama, meminta partisipasi pengamanan selama lebaran di wilayah setempat. Hanya saja, dia mengaku kepada satpol pp itu dirinya belum memberikan sejumlah uang.

"Orangnya juga belum ke sini, biasanya beberapa hari setelah ngasih surat permintaan partisipasi datang kembali," ujar dia.

Hal yang sama juga dilakukan ormas kepemudaan di wilayah tersebut. Mereka dengan seragam yang identik loreng berwarna oranye itu tidak tanggung-tanggung menampilkan nilai kebutuhan untuk melakukan pengamanan selama lebaran.

"Di suratnya kebutuhan pengamanan selama lebaran hingga puluhan juta rupiah. Mulai digunakan untuk konsumsi anggota sampai dengan upah," ujar dia.


Walau demikian, dia mengaku belum memberikan permintaan sejumlah uang sebagai partisipasi pengamanan lebaran kepada ormas tersebut. Soalnya, kata dia, cukup banyak yang meminta uang dengan dalih partisipasi pengamanan lebaran.

"Heran saja, pengamanan kan tugasnya kepolisian. Ini kok sampai ormas juga yang melakukan pengamanan, kenapa enggak sekalian ikut perang saja," ujarnya.


Sumber: merdeka.com

Mengejutkan! Inilah Yang Terjadi Saat Teman Ahok Bertemu Richard si Mantan!

transparanjujur.blogspot.com - Akun @singgihwidiyas yang merupakan milik pendiri Teman Ahok, Singgih Widiyastono, mengunggah kicauan yang mengejutkan.

Dalam kicauannya di jejaring sosial Twitter, Singgih menceritakan pertemuannya dengan Richard Soekarno, mantan relawan Teman Ahok.

Baru-baru ini, nama Richard menjadi sorotan publik usai mengklaim ada manipulasi dalam pengumpulan KTP untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Dugaan manipulasi itu diungkap Richard dan beberapa orang yang mengaku eks relawan Teman Ahok dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu silam.

Pada Kultwit-nya, Singgih mengaku pertemuannya dengan Richard terjadi di sebuah acara yang mengundang keduanya menjadi narasumber.

Alih-alih bereaksi keras, kicau Singgih, Richard ketika itu malah menunjukkan ekspresi wajah takut dan meminta maaf kepada dirinya.

Berikut kultwit yang disampaikan Singgih pada 23 Juni 2016 sekitar pukul 22.00 WIB:

Saya mau kultwit sedikit ahh, hari ini ketemu sama temen temen dari mantan teman ahok #LawanMantan

Di acara pertama tv pertama tadi , paulus selalu ngotot dgn argumennya bahwa kita ga transparan dengan data selama ini #LawanMantan

Paulus merasa hebat sekali ketika akan dibantu kalau terjadi masalah hukum oleh salah satu narsum tadi . Jd besar kepala deh
#LawanMantan

Selesai dari acara tadi. Saya mengisi acara lg di mampang dan dgn narsum lainnya, ada Richard loh disini #LawanMantan

Saya datang agak telat, dan Richard terlihat sangat kaget sekali karna saya akhirnya hadir. Saya salaman dgn beliau #LawanMantan

Saya tepuk pundaknya utk tanya kabar, saya sampaikan bantahan satu persatu dan dia tidak membantah sama sekali #LawanMantan

Acara selesai, saya menunggu Richard keluar untuk bareng keruang tunggu. Untuk tanya apa maksud dr konpers kemarin #LawanMantan

Kata yg terucap pertama adalah meminta maaf kepada saya dan teman teman karna sudah memalukan nama baik @temanAhok #LawanMantan

Matanya berkaca-kaca dan bilang saya gak tau mas kalau akan sampai sebesar ini. Saya juga ga enak sama temen2 #LawanMantan

Dia tidak mau sebutkan siapa yang setting ini semua. Dia bilang mungkin akan ada kejutan lagi nanti dibelakang #LawanMantan

Saya diminta persiapkan ini semua, saya tanya ada apa? Dia tidak mau sampaikan. Sy lihat raut takut dr wajahnya #LawanMantan

Saya bilang terakhir, saya tidak bisa membendung teman-teman andaikan ada langkah hukum selanjutnya #LawanMantan

Terkahir dia hadir didampingi orang yang tidak saya kenal. Tampangnya agak sedikit sangar dan tdk pernah sy lihat sebelumnya #LawanMantan

Saya tidak tahu ini siapa, tapi saya menerka mungkin ini pengawal baru Richard. Dia selalu menguping apa yg saya sampaikan #LawanMantan

Terakhir saya pamit dengan beliau dan sampaikan untuk jaga kesehatan karena akan banyak ekspos dr media dan perhatian teman2 #LawanMantan


=========

Silahkan bantu share kebenaran ini jika berkenan, terima kasih.


Sumber: tribunnews.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India