Minggu, 13 Maret 2016

Ahok & Kaitannya Dengan Surah Al-Maidah 51 Yang Melarang Memilih Pemimpin Non-Muslim


�Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.� ( Al Quran surah Al Maidah 51)

Ayat di atas sedang menjadi populer sekarang. Ayat itu selalu populer ketika menjelang pemilu. Dalam hal pilkada DKI yang salah satu calon kuatnya adalah Nasrani, ayat ini menjadi semakin kuat lagi bergema.

Akan tetapi apakah ayat ini mengenai pemilu? Apakah ini ayat mengenai pemilihan gubernur? Menurut saya bukan.

Sejarah Islam tidak pernah mengenal adanya pemilu atau pemilihan umum. Juga tidak pernah ada pemilihan gubernur atau kepala daerah. Satu-satunya pemilihan yang pernah terjadi adalah pemilihan khalifah. Itu pun hanya 5 kali, dan hanya melibatkan sekelompok orang yang tinggal di Madinah. Gubernur khususnya adalah pejabat yang ditunjuk oleh khalifah. Tak pernah dipilih.

Jadi sebenarnya ayat ini tentang apa? Wali atau awliya itu soal pemimpin wilayah atau daerahkah? Bukan. Bagaimana mungkin ada ayat yang mengatur tentang pemilihan pemimpin, padahal pemilihan itu tidak pernah terjadi?

Jadi, apakah yang dimaksud? Apa makna wali atau awliya? Wali artinya pelindung, atau sekutu. Ketika Nabi ditekan di Mekah, beliau menyuruh kaum muslimin hijrah ke Habasyah (Ethopia).

Rajanya yang seorang Nasrani, menerima orang-orang yang hijrah itu, melindungi mereka dari kejaran Quraisy Mekah. Inilah yang disebut wali, orang yang melindungi. Kejadian ini direkam dalam surat Al-Maidah juga, ayat 82 yang Artinya:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: �Sesungguhnya kami ini orang Nasrani�. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. (5: 82)

Berdasarkan berbagai riwayat sejarah, pada tahun ke 5 pengangkatan Nabi Muhammad Saw, sekelompok kaum Muslimin melakukan hijrah dari Mekah ke Habasyah untuk menyelamatkan akidah dan jiwa mereka dari siksaan kaum Musyrikin.

Najasyi, Raja Habasyah saat itu adalah pemeluk Kristen yang taat. Karena itu raja menyambut kedatangan kaum Muslimin tersebut dengan hangat dan tidak bersedia menyerahkan mereka kepada wakil orang-orang Musyrik Mekah.

Selain itu, ketika melihat Raja Najasyi menangis saat mendengarkan ayat-ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh Jakfar bin Abi Thalib as selaku ketua rombongan, para pendeta akhirnya juga ikut mendukung dan melindungi umat Islam.

Adapun ayat 51 yang melarang orang menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung itu adalah soal persekutuan dalam perang. Tidak ada sama sekali kaitannya dengan pemilihan pemimpin. Ini sudah pernah saya bahas, dan juga dibahas banyak orang.

Pagi ini, bangun tidur saya menyaksikan berita pilu. Orang-orang Arab dari Syiria dan Irak masih terus mengungsi. Ke mana kah mereka mengungsi? Ke Eropa. Siapa orang-orang Eropa itu? Muslimkah mereka? Sebagian besar tidak.

Kebanyakan dari mereka, orang-orang Eropa itu, adalah Nasrani, atau atheis (musyrik). Tapi kini mereka menjadi pelindung bagi orang-orang muslim, persis seperti ketika kaum muslim hijrah ke Habasyah.

Jadi, cobalah orang-orang yang rajin melafalkan ayat Al-Maidah 51 itu berkhotbah kepada para pengungsi itu. Katakan kepada mereka bahwa meminta perlindungan kepada Nasrani, menjadikan mereka wali atau awliya itu haram hukumnya. Bisakah?

Ironisnya, dari siapa mereka lari? Apakah dari kaum kafir? Bukan.

Mereka justru lari karena ditindas oleh pemimpin-pemimpin mereka sendiri, kaum muslim. Kaum muslim yang berebut kekuasaan. Utamanya Sunni melawan Syiah.

Tahukah Anda bahwa bibit konflik Sunni-Syiah itu sudah terbentuk sejak Rasul wafat? Ketika orang-orang mulai kasak-kusuk untuk mencari siapa yang akan jadi khalifah, padahal jenazah Rasul belum lagi diurus. Permusuhan itu abadi, mengalirkan darah jutaan kaum muslimin sepanjang sejarah ribuan tahun, kekal hingga kini.

Tidakkah kita sebagai kaum muslim malu ketika saudara-saudara kita dizalimi oleh saudara kita yang lain, mereka meminta perlindungan kepada kaum Nasrani dan kafir?

Tapi pada saat yang sama mulut kita fasih mengucap ayat-ayat yang memusuhi orang-orang Nasrani, memelihara permusuhan kepada mereka.

Ingatlah, musuh abadi kita sebenarnya bukan Yahudi dan Nasrani, melainkan rasa permusuhan itu sendiri.

Rasa permusuhan itulah yang telah mengalirkan banyak darah kaum muslimin, mengalir menjadi kubangan darah sesama saudara. Sesama saudara pun bisa saling berbunuhan kalau ada permusuhan di antara mereka. Kenapa mereka berbunuhan? Karena Politik & Perebutan kekuasaan.

Itulah yang sedang dilakukan banyak orang dengan Al-Maidah ayat 51. Berebut kekuasaan politik dengan mengobarkan permusuhan.

Mereka sedang mengabadikan kebodohan yang sudah berlangsung 15 abad.

Anda mau menjadi bagian dari kebodohan itu? Saya tidak. Karena saya tidak mau menjadi pengungsi seperti orang-orang Irak dan Syiria itu. #sudutpandanglain

Sumber: Artikel ini Dikutip dari tulisan Adrianto Idea

Kenal Ahok Lebih Dekat, Ini Cerita Sang Ibu tentang Kerasnya Ahok


Gubernur DKI Jakarta Ahok dikenal oleh masyarakat sebagai sosok yang keras dan suka mengatur. Ternyata, tabiat itu memang sudah ada sejak beliau masih kecil.

Menurut penuturan sang ibu, Buniarti Ningsih, sifat keras Ahok sebenarnya berasal dari rasa kesalnya akan keterpurukan kondisi di sekitarnya sejak dia masih kecil.

Ibunda pun menceritakan tentang kepedulian Ahok kepada tukang semir sepatu. "Saat itu Ahok masih menjadi siswa SMA", ungkapnya.

"Waktu itu, di Jakarta baru dibuka toko ayam Kentucky yang pertama di Plaza Gajah Mada atau di mana ya. Pokoknya Pak Ahok lihat ada tukang semir sepatu yang ngintip-ngintip lewat jendela."

"Lalu, dia kasih semua uang sakunya untuk belikan tukang semir sepatu itu ayam. Dia cerita ke saya, 'Mama, mereka setelah saya kasih ayam langsung lari pulang bawa itu kotak semirnya, mungkin mereka ingin segera pulang, berikan ayam itu pada anak dan mamanya," kenang Buniarti.

"Jadi, dia itu keras karena kesel, kenapa ada orang susah? Kenapa orang korupsi? Padahal dulu orang mau berjuang demi negara," ujar Buniarti.

Tidak hanya Ahok, Basuri (Adik Ahok) pun, menurut Buniarti, juga memiliki jiwa sosial yang tinggi.

"Kalau yang ini, dulu, suka ambil uang di apotek enggak dikembalikan lagi karena di sini kadang-kadang masyarakat enggak punya duit, lalu dia ambilin obat di apotek, enggak dibayar."

"Jadi, sebagai orangtua, kalau ada anaknya sosial, kita enggak boleh marah, kita harus ikut gembira," ungkap Buniarti, mengakhiri ceritanya.

Kemudian, adik ketiga Ahok, Hari, mengatakan, abangnya itu sudah sejak kecil memang suka mengatur.

"Mungkin karena anak pertama, suka ngatur, jadi sekolah teknik. Anak kedua, suka merawat, jadi dokter. Kalau saya lebih suka ke kesenian dan keindahan," ungkap Hari.


Source: kompas.com

Ini Tanggapan Polda Metro, Kodam Jaya, dan KPK terhadap Tudingan Ratna Sarumpaet Kepada Ahok!


Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat tudingan Ratna Sarumpaet, yang seorang pekerja seni, menyatakan bahwa ketiga lembaga itu telah "dibeli" Ahok untuk mendukung kebijakannya, itu sama sekali tidak ada dasarnya.

Ratna menyampaikan tudingannya itu di Jakarta, pada Jumat (11/3/2016), dalam sebuah acara diskusi. Tudingan diluncurkan terkait langkah Ahok yang melibatkan TNI dan polisi dalam menggusur bangunan di Kalijodo dan juga terkait pengusutan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh KPK, yang di mata Ratna, tidak menunjukkan perkembangan.

Bagian Humas KPK Priharsa Nugraha mengatakan, bahwa pihaknya tidak mau menanggapi tudingan Ratna.

"Enggak perlu ditanggapilah, silakan dibuktikan saja. Ini ranah penegakan hukum dan proses hukum sedang berjalan," ungkap Priharsa kepada Kompas.com, Sabtu (12/3/2016).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal juga menepis tuduhan Ratna. Tuduhan Ratna, menurut dia, tidak ada dasar yang jelas.

"Saya enggak tanggapi, ngapain tanggapi. Masa ngomong gitu," ungkap Iqbal.

Polisi, kata Iqbal, hadir di tengah kegiatan pemerintah daerah, misalnya dalam kegiatan penertiban di kalijodo itu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Memberikan rasa aman dan ketertiban. Kalau ada penertiban, kami harus hadir, baik diminta atau tidak diminta karena bisa terjadi kerawanan. Nanti kalau ada yang neko-neko siapa yang bertanggung jawab?" tutur Iqbal.

Pihak Kodam Jaya juga membantah tuduhan Ratna. Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Infanteri Heri Prakosa malah balik bertanya mengenai tuduhan Ratna itu.

"Belinya berapa? Tanya dong beli berapa. Saya saja enggak tahu, ngapain komentari Bu Ratna," jelas Heri.

"Tentara itu kan alat negara, mana mungkin tentara itu dibeli perorangan, oleh partai politik, oleh kelompok tertentu, ya enggaklah," ungkap Heri.

Heri mengatakan, jika memang Kodam Jaya membantu Pemprov DKI Jakarta, itu kan sudah diatur dalam Undang-Undang tentang TNI. "Kalaupun tentara itu membantu tugas pemerintah daerah, ada di Undang-Undang TNI Nomor 34, (yaitu tentang) membantu tugas pemerintah di daerah," jelas Heri.

Bagaimana menurut Anda?


Sumber: kompas.com

Sabtu, 12 Maret 2016

Rutin Berhubungan Seks Membuat Perempuan Lebih Cantik dan Fresh


21+ - Ada pengakuan ratu telenovela Meksiko, Thalia, mengenai rahasia kecantikan dan awet muda pada dirinya. Thalia yang beberapa bulan yang lalu hadir di acara bincang-bincang di stasiun televisi swasta Meksiko mengakui bahwa manfaat seks membuat dirinya merasa segar dan awet muda.

Bisa dibilang, rutin seks bikin perempuan jadi cantik dan muda. Anda tidak percaya? Berikut 5 fakta penelitian soal khasiat seks yang bikin perempuan awet muda:

1. Wajah terlihat lebih segar dan bersinar


Jika sering berhubungan seks, produksi estrogen, hormon  yang memberikan kontribusi untuk rambut dan kulit yang lebih sehat, menjadi meningkat.

Dalam proses ini, produksi kolagen juga meningkat menjaga kesehatan kulit, lembut, dan lentur, demikian menurut penelitian  yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacological Reviews.

Jika tidak percaya?
Bercerminlah sebelum dan sesudah berhubungan intim!

2. Tubuh menjadi lebih kencang dan bugar


Seks dapat memberikan latihan yang sangat baik dan membantu Anda dalam bentuk tubuh.

Penelitian yang dilakukan oleh William Masters dan Virginia Johnson menyarankan perempuan membakar 3,1 kalori dan pria membakar 4,2 kalori, untuk setiap menit dari aktivitas seks yang dilakukan.

3. Bermanfaat dalam menyingkirkan Stress penyebab keriput


Orgasme dapat menjadi antidepresan utama.

Ketika Anda mencapai klimaks, tubuh melepaskan serotonin, senyawa yang bertanggung jawab membuat Anda merasa bahagia dan puas, demikian yang ditunjukkan oleh penelitian dalam Jurnal Mayo Clinic Proceedings.

Cegah garis kerutan, stres dapat terlihat di wajah Anda dan membuat Anda terlihat kusam dan lelah.

Ketika Anda mencapai puncak atau klimaks saat berhubungan seks, sejumlah besar oksitosin dilepaskan dalam tubuh, demikian yang ditunjukkan oleh penelitian dalam American Journal of Public Health. Oksitosin dapat menurunkan produksi hormon stres, yaitu kortisol.

4. Tampil lebih seksi dan menarik


Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Facts, Views and Vision in ObGyn, ketika berhubungan seks, Anda melepaskan feromon yang membuat Anda terlihat sangat menarik.

Jadi, seks membuat Anda tampil lebih cantik di mata pasangan. Jadi, sudahkah Anda bercinta dengan suami hari ini?


Sumber: intisari-online

NU Dukung Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta


NU Dukung Ahok Jadi Gubernur DKI, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjabat kedudukan Gubernur DKI Jakarta.

�Sepanjang beliau adil dan berpihak kepada rakyat, itulah gubernur kita semua,� ungkap Said ketika ditemui di Masjid An-Nadhlah Rahmah Nusantara, Ciracas, Jakarta Timur.

Menurut beliau, patokan dalam memilih pemimpin yang baik adalah keadilan, kejujuran, dan amanah. �Bukan agama,� ungkapnya.

Dan lagi Said melihat kinerja Ahok cukup baik, menilai sepak terjangnya sebagai Wakil Gubernur DKI. �Lumayan, masih lumayan,� jelasnya.

Dan pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Tubagus Robby Budiansyah berharap Ahok dapat mengajak organisasi Islam, seperti NU dan Muhammadiyah, sebagai penasihatnya.

�Kalau dia tidak meminta kami sebagai pendukungnya, kami tidak bisa bantu apa-apa. Apalagi dia tidak begitu paham mengenai Islam,� ungkapnya.

Bagaimana menurut Anda?


Source: Tempo

Heboh! Foto Putra Ahmad Dhani Dukung Ahok, Ini Kata Fotografernya


Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto putra pertama Ahmad Dhani, Ahmad Al Ghazali (18), terlihat sedang duduk dan memegang secarik kertas.

Yang menarik adalah tulisan di kertas itu yang bertuliskan "Saya anak Ahmad Dhani, saya pilih Ahok."

Setelah dicek kebenarannya, ternyata foto itu merupakan hasil rekayasa. Fotografer Rushel Ambarita dari Kapanlagi.com sudah memastikan kalau foto itu tidak asli.

"Itu gue yang foto, editan itu," info Rushel saat dihubungi, Sabtu siang.

Beliau pun lalu menunjukkan foto asli/original dan membandingkannya dengan foto hasil editan itu.
Di foto yang asli, kertas itu bertuliskan selamat ulang tahun ke-11 kepada Kapanlagi.com.

Seperti yang kita tahu, Ahmad Dhani masuk bursa pencalonan gubernur DKI Jakarta dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Jika ia lolos, ia akan berhadapan dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hingga saat ini pria yang akrab disapa Ahok itu menyatakan akan maju Pilkada DKI Jakarta lewat jalur independen.

Di beberapa kesempatan, Dhani melontarkan kritik terhadap berbagai kebijakan Ahok dalam memimpin Ibu Kota. Ia juga menyatakan siap maju melawan Ahok.


Source: Tribunnews

Baca Juga: Rutin Berhubungan Seks Membuat Perempuan Lebih Cantik dan Fresh

Kamis, 10 Maret 2016

Ahok Dikeroyok!! 350 Ahli Bakal Dikerahkan Untuk Mengusut Kasus Korupsi Sumber Waras


Prof. Romli Atmasasmita, Pakar hukum pidana dari Universitas Padjajaran siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengungkap skandal dugaan korupsi pembelihan lahan RS Sumber Waras.

Bahkan Prof. Romli siap mengumpulkan 350 ahli untuk mengkaji pembelian lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyambut baik rencana Prof. Romli tersebut. Tetapi yang jelas, kata dia, KPK terus mengembangkan kasus RS Sumber Waras itu. Dan lagi  Badan Pemeriksa keuangan sudah menyatakan adanya kerugian negara mencapai Rp 191 milyar dari pembelian pembelian lahan seluas 3,7 hektar.

"Sejak kasus ini menjadi perhatian publik, dan adanya audit tentang itu dari otoritas terkait, KPK menindaklanjutinya dengan tahapan proses yang diamanahkan oleh UU KPK, KUHAP. KPK terus mengembangkan kasusnya tentang kemungkiman adanya kerugian negara dan penyelengara negara yang terlibat didalamnya," ungkap Saut saat dihubungi wartawan, Rabu (9/3).

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, mengungkapkan hingga saat ini KPK telah meminta keterangan dari 30 orang, baik dari pihak Pemprov DKI Jakarta, pihak yayasan dan pihak terkait lainnya.

Priharsa menambahkan, penenganan kasus tersebut tak ada kaitan dengan semakin dekatnya momentum Pilkada Jakarta 2017. Dikarenakan, KPK merupakan lembaga penegak hukum yang independen, dan dalam penanganan perkara, berpegang pada prinsip kehati-hatian. Disamping itu, KPK juga tidak bergantung pada kegiatan-kegiatan politik tertentu didalam menangani sebuah perkara.

"KPK tidak bergantung pada momentum pilgub. Jadi tidak tepat (penelusuran tindak pidana korupsi pembelian lahan YKSW) dihubung-hubungkan dengan pilgub," ungkap Priharsa kemarin.

Sebelumnya, Prof. Romli yang juga penggagas UU KPK berencana mengumpulkan setidaknya 350 ahli, baik itu ahli hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi dan ahli hukum perdata. Para ahli itu bersama-sama akan mengkaji secara komprehensif ada tidaknya dugaan korupsi dalam pembelian lahan RS Sumber Waras.

Bagaimana menurut Anda?



Sumber: beritateratas.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India