Sabtu, 03 September 2016

Usai Makan Malam Bareng, Maia Estianti Sebut Alasannya Mendukung Ahok! Share!

transparanjujur.blogspot.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menemui sejumlah artis di Rumah Dinas Gubernur Jakarta. Di antaranya ada biduan Maia Estianty dan Dewi Persik.

Pertemuan digelar tertutup. Hanya saja sesekali terdengar tawa dari arah dalam Rumah Dinas.

Terlihat pertemuan nampak berlangsung santai. Mereka bersenda gurau di depan meja makan.

Maia Estianty menjelaskan, perbincangan di dalam bermaterikan seputar bisnis hiburan di Jakarta. Pertemuan ini diinisiasi bersama oleh artis dan Ahok sendiri.

�Sama sekali enggak ngomong soal politik,� ujar Maia dengan rambut tergerai.

Saat ditanya soal dukungan di Pilgub DKI 2017, Maia hanya menyatakan akan memilih yang terbaik. Namun Maia menilai kepemimpinan Ahok yang notabene juga hendak maju di Pilgub ini, dirasanya memiliki realisasi program yang nyata. Pembangunan dijalankan.

�Programnya nyata dan sudah terasa. Insya Allah untuk anak cucu kita sudah enak. Pondasinya kan dibangun sekarang,� ujar Maia.

Wah, sinyal mendukung Ahok nih? Padahal sebelumnya Ahmad Dhani sudah menegaskan bahwa keluarganya kompak satu suara tak akan memilih Ahok.

"Kami berlima, ayah (Dhani), bunda (Maia), Al, El dan Dul enggak mungkin pilih Ahok. Karena 2014 (pada Pilpres) kami juga kompak pilih Prabowo. Dalam hal ini ya kami kompak. Kalaupun Maia enggak pilih saya, dia enggak akan pilih Ahok," kata Dhani.


Penulis: Dian Ariyani @ BeritaTeratas.com

Bikin Dhani Gregetan! Ini Video Ahok Makan Bareng Maia Dan Dewi Persik! Share!

Gambar adalah cuplikan, videonya ada di bawah.
transparanjujur.blogspot.com - Pertemuan tertutup selama dua setengah jam antara Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan beberapa artis lainnya berlangsung cukup santai. Ahok dan artis-artis di sini menyatakan tak berbicara soal politik terkait Pilgub DKI 2017.

Di Rumah Dinas Gubernur, Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Jumat (2/9/2016), pintu beranjak terbuka setelah jamuan makan malam tertutup yang dihadiri para artis. Mereka adalah Dewi Persik, Maia Estianty, Sandhy Sondoro, Sandra Dewi, Titi Rajo Bintang, Isyana Sarasvati, hingga penyanyi Marcel yang terlambat datang.

"Enggak ada (ngobrol soal politik). Kita cuma makan saja," kata Dewi Persik.

Pedangdut ini menjelaskan, obrolan dan jamuan makan malam berlangsung diiringi gelak-tawa. Saking santainya, dia merasa Ahok seperti teman sendiri.

"Pak Gubernur orangnya low profile ya. Ya enak saja (mengobrol), enjoy, seperti teman sendiri," kata Dewi Persik.

Dewi tak mau membicarakan soal dukungan di Pilgub DKI. Sandhy Sondoro juga mengatakan tak ada tema politik Pilgub DKI bersama Ahok tadi. Sandy sendiri mengaku tidak ber-KTP DKI Jakarta, melainkan Depok, Jawa Barat.

Maia Estianty menjelaskan, perbincangan di dalam bermaterikan seputar bisnis hiburan di Jakarta. Pertemuan ini diinisiasi bersama oleh artis dan Ahok sendiri.

"Sama sekali enggak ngomong soal politik," ujar Maia dengan rambut tergerai.

Video Ahok makan bersama Maia Estianty & Dewi Persik bisa Anda saksikan di sini:



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=fEtFvKFWk4w

Saat ditanya soal dukungan di Pilgub DKI 2017, Maia hanya menyatakan akan memilih yang terbaik. Namun kepemimpinan Ahok yang notabene juga hendak maju di Pilgub ini, dirasanya memiliki realisasi program yang nyata. Pembangunan dijalankan.

"Programnya nyata. Insya Allah untuk anak cucu kita sudah enak. Pondasinya kan dibangun sekarang," ujar Maia.

Terakhir, Ahok keluar ruangan. Kandidat cagub petahana ini menjelaskan, para artis mengungkapkan keinginnannya kepada staf Ahok, kemudian Ahok mengusulkan agar pertemuan digelar di Rumah Gubernur Jakarta.

"Ya ngobrol cerita-cerita saja kok," kata Ahok.

Apakah ini semacam penggalangan dukungan untuk Pilgub DKI 2017? "Enggaklah," tepis Ahok.


Sumber: detik.com

Jumat, 02 September 2016

Ahok Diancam Oleh Petinggi FPI Ini Yg Sempat Dijebloskan Ke Penjara! Share!

Petinggi FPI  Habib Novel (foto: Okezone)
transparanjujur.blogspot.com - Pengurus Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Bamukmin yang pernah diburu & dijebloskan ke penjara oleh polisi lantaran berbuat anarkis di kantor DPRD DKI dan kantor ahok ini menilai bahwa Basuki Tjahaja Purnama memimpin DKI Jakarta dengan penuh kezaliman, arogan, sombong dan tidak punya hati nurani.

Karena itu, Novel mengajak umat Islam dan warga Jakarta bersama-sama mengadang gubernur yang akrab disapa Ahok tersebut menang dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.

Menurut Habib, pandangannya bukan sekadar opini. Dia mencontohkan sejumlah kebijakan yang sudah diambil Ahok. Terbaru ialah keputusan Ahok menggusur sejumlah warga yang bermukim di Rawajati, Pancoran, Kamis (1/9/16) kemarin.

"Akibat perbuatannya, bahkan (ada) anak yatim yang seharusnya dilindungi, dijaga, tapi digusur. Jadi Ahok ini pemimpin arogan, penuh kesombongan, pemimpin enggak punya hati nurani, pemimpin tukang gusur, pembuat sengsara rakyat," ujar Novel, Jumat (2/9/16).

Agar Ahok tak lagi terpilih, Habib Novel mengajak seluruh rakyat Jakarta merapatkan barisan.

"Belum pernah ada gubernur sebiadab Ahok, tidak punya hati nurani. Kami terusik, kita lihat pedagang hewan kurban yang turun-temurun dagang, begitu Ahok jadi gubernur digusur," ujarnya.

Novel tidak peduli kalau kemudian ada pihak yang menyatakan gerakan menolak Ahok sebagai kampanye hitam


sumber: jpnn.com

Anggota KKO Era Bung Karno Ini Bongkar Kebohongan Ilyas Karim Yang Ngaku Sebagai Pengerek Bendera!

Ilyas Karim (88) veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia@kompas.com
transparanjujur.blogspot.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengecek kebenaran kabar Ilyas Karim yang mengaku sebagai salah satu dari dua pengibar bendera Merah Putih saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Ilyas merupakan warga Rawajati yang menjadi korban penggusuran, Kamis (1/9/2016) kemarin.

"Kami lagi cek. Sekarang kami tidak tahu, apa betul dia pengibar bendera pertama atau bukan," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Hanya, Basuki menegaskan hal itu tak terlalu penting bagi Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta lebih mengutamakan mengetahui apakah pria paruh baya tersebut dirawat oleh keluarganya atau tidak.

"Kalau setiap orang tua tidak mampu, kalau dia mau masuk ke rusun, kami mau pelihara kok," kata Basuki.

Mengaku pengibar bendera pertama

Nama Ilyas Karim bukan kali ini saja mencuat. Pada 2011, nama Ilyas mendadak tenar. Menurut pemberitaan, Ilyas adalah pengibar bendera pertama.

Pria itu mengaku sebagai lelaki bercelana pendek pada foto pengibaran Sang Saka Merah Putih saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, 17 Agustus 1945.

Namun, pengakuan Ilyas ini dibantah sejumlah kalangan, salah satunya oleh Sejarawan yang juga mantan anggota KKO ( marinir ) era bung karno Peter Apollonius Rohi

Lewat Akun Facebooknya , Peter Apollonius Rohi menjelaskan bahwa Mantan veteran perang Ilyas Karim yang rumahnya jadi korban penggusuran di rawajati bukan pengerek bendera saat Proklamasi 17 Agustus 1945

Berikut ini penjelasan lengkap Peter Apollonius Rohi tentang sosok penggerek bendera pertama sebagaimana dikutip islamnkri.com dari akun facebooknya :

MAAF, KAKEK ILJAS BUKAN PENGEREK BENDERA SAAT PROKLAMASI.

Beberapa hari lalu terjadi penggusuran di Rawajati. Di antara mereka yang tergusur adalah seorang veteran bernama Iljas Karim.

Dia mengaku pengerek bendera yang bercelana pendek pada saat Proklamasi Kemerdekaan.

Sebagai wartawan senior yang selalu membuka dan membaca artikel2 sejarah, nama Iljas Karim tidak tercatat sebagai pengerek bendera saat Proklamasi 17 Agustus 1945. Pengerek bendera adalah Latief Hendraningrat dan Soehoed.

Beberapa tahun lalu keluarga Soejoedi juga telah menyanggah pengakuan kakek Iljas, tapi TV tetap saja mengangkat beliau sebagai pengerek bendera.

Sekarang banyak memang yang mengaku ikut dalam acara itu, tapi semua nama tercatat dalam arsip yang dibuat Ibu SK Trimoerti.

Sejarawan anggota KKO ( marinir ) era bung karno Peter Apollonius Rohi
Tahun 1988 saya meminta wartawati saya Ria Riesdasaria untuk melacak siapa perempuan yang membawa baki berisi bendera pada saat itu.

Dengan petunjuk Ibu SK Trimoerti akhirnya beliau berhasil ditemukan masih sehat, tinggal di wilayah Bogor.

Wartawan baru dan redaktur baru yang tidak bersentuhan dengan generasi revolusi memang sangat mengabaikan sejarah dan kurang teliti.

Saya prihatin akan nasib Pak Iljas karena bagaimana pun ia rakyat dan juga seorang veteran. Tapi untuk pembenaran sejarah, saya tetap tidak toleransi pada apa pun yang menyimpang.


Hingga berita ini diturunkan oleh islamnkri.com, postingan Sejarawan yang juga mantan anggota KKO ( marinir ) era bung karno Peter Apollonius Rohi ini telah di bagikan oleh 132 pengguna facebook dan di sukai 202 facebooker.


Sumber: islamnkri.com

Geram Dituding Telantarkan Veteran Perang Korban Penggusuran Di Rawajati, Ini Reaksi Ahok!

Veteran perang Letkol (Purn) Ilyas Karim tertunduk lesu seusai rumahnya dibongkar petugas di Rawajati, Jakarta@Republika/ Yasin Habibi
transparanjujur.blogspot.com - Letkol (Purn) Ilyas Karim tidak kuasa menahan air matanya, saat aparat mengeluarkan isi rumahnya di RT 09 RW 04, Jalan Rawajati Barat III, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/9/16). Rumahnya adalah satu dari puluhan rumah yang diratakan dengan tanah oleh aparat gabungan, karena dinilai berada di jalur hijau.

Penggusuran tersebut juga menyebabkan ratusan jiwa dari 60 kepala keluarga terbengkalai. Satu per satu barang-barang warga permukiman di sana dikeluarkan paksa petugas. Termasuk milik Ilyas, veteran perang era kemerdekaan RI itu.

Pengibar bendera di zaman Presiden Sukarno tersebut sempat berusaha menghalangi aparat yang ingin mengeluarkan isi rumahnya. Ia pun terlibat bentrok dengan seorang petugas Satpol PP yang mencoba memintanya keluar.

"Jangan dorong-dorong. Orang tua ini. Veteran saya ini," ucap pejuang berusia 88 tahun tersebut di lokasi.

Saat keluar dari rumahnya, veteran itu pun sempat menunjukkan rasa kecewanya kepada para petugas yang melakukan penertiban. "Jangan tidak dimanusiakan seperti ini. Masa nggak ada hormatnya sama veteran," tutur Ilyas. Tubuh rentanya pun tak kuasa menahan petugas dan memaksanya merebahkan diri.

Sementara itu, para petugas Satpol PP terus berusaha mengeluarkan isi barang warga. Sedangkan, dua buah ekskavator berwarna kuning mulai merobohkan satu per satu bangunan. Warga pun hanya terdiam dan berurai air mata.

Sejak 2015 lalu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah mengeluarkan surat peringatan kepada warga Rawajati RT 09 RW 04 untuk mengosongkan rumah mereka. Permukiman mereka akan digusur oleh pemerintah lantaran tempat yang dihuni oleh mereka merupakan ruang terbuka hijau (RTH).

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif menilai, penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan terhadap permukiman warga RT 09 RW 04 Rawajati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan adalah ilegal. Hal ini karena penggusuran tersebut dinilai tidak dilengkapi surat izin. "Pokoknya penggusuran ini ilegal, tadi saya sempat minta surat izin penggusuran, ternyata mereka tidak bawa," ujar pria berkacamata tersebut di lokasi penggusuran, Kamis (1/9).

Syarif mengatakan, penggusuran tersebut juga menyebabkan ratusan jiwa dari 60 kepala keluarga terbengkalai. Menurut dia, apa yang dilakukan pemerintah terkesan mendadak. "Saya tadi sempat tanya kepada Lurah Rawajati dan Camat Pancoran, tapi mereka tidak menjawab, malah lari," ujarnya.

Ahok: Jangankan Pejuang, Orang Tua Enggak Mampu Saja Kita Hidupi

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memastikan dirinya tidak akan menelantarkan warga gusuran termasuk Rawajati. Saat ini Pemprov DKI Jakarta sudah menyediakan Rusun Marunda untuk warga Rawajati yang digusur.

Oleh karena itu, Ahok menjamin tak ada orang tua, apalagi veteran atau pejuang yang akan terlantar.

"Saya kasih tahu, nanti dibilang bahasa Islam, saya riya lagi. Banyak yang tua-tua masuk ke rusun enggak bisa bayar, saya bayar pakai uang operasional saya, mau pulang ke Jawa saya kasih tiket. Saya bukan riya," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/9/2016).

"Jangankan pejuang, orang tua enggak mampu aja kita hidupin kok. Itu udah sesuai UUD 1945, anak yatim piatu dan fakir miskin dipelihara. Tapi jangan belagu lu kalau dipiara negara," lanjut Ahok.

Hal itu dikatakan Ahok untuk menjawab tudingan bahwa Pemprov DKI mengusir veteran yang mengaku pengibar bendera pusaka, Letkol Purnawirawan Ilyas Karim.

"Sekarang kita tidak tahu, apa betul dia pengibar bendera pertama. Tapi bagi kami itu urusan kedua. Kalau setiap orang tua tidak mampu pun, kalau dia mau masuk ke rusun, kita mau pelihara kok," ujar Ahok.

Selain dituding menggusur rumah pejuang, Ahok juga membantah apabila pihaknya menggusur panti asuhan dengan semena-mena di Rawajati.

"Kalau kamu buka yayasan (panti asuhan), sudah enggak mampu enggak usah belagu, kasih kepada kami saja. Enggak usah pakai yayasan untuk sesuatu pelanggaran, gitu lho. Jakarta ini udah terlalu banyak pelanggaran, nah kita mau benahin. Kita kan memanusiakan Anda, gitu lho. Kalau Anda mau sewain lapak ya susah," pungkas Ahok.


sumber: republika.co.id & liputan6.com

HMI Serukan KPK Tangkap Sandiaga Uno Karena Terlibat Kasus Korupsi yang Luar Biasa Besar Ini!

transparanjujur.blogspot.com - Ratusan massa yang tergabung dari Gerakan Masyarakat dan Kader HMI Jakarta berunjuk rasa di Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK).

Mereka mendesak agar lembaga tersebut segera menangkap Sandiago Uno yang diduga terlibat korupsi Pembangunan Depo Minyak di Banten yang merugikan negara 6,4 juta dolar AS.

Kordinator Aksi, Aziz mempertanyakan kedua lembaga tersebut kenapa belum juga menuntaskan kasus dugaan korupsi. Padahal, dugaan kasus korupsi yang melibatkan Komisaris PT Pandanwangi Sekaratji (PWS), Stefanus Ginting. Dan Sandiaga menurut yang waktu itu sebagai Direktur Utama juga pernah diproses.

"Stefanus sudah jadi tersangka, kenapa Sandiaga yang sudah diperiksa juga belum ditetapkan sebagai tersangka. Kenapa sampai saat ini kasus tersebut mangkrak," kata Aziz saat orasi di Kejaksaan Agung, Kamis (1/9). Korupsi sebesar itu lanjut Aziz kenapa didiamkan oleh penegak hukum. Padahal, warga Jakarta butuh kejelasaan karena Sandiaga Uno merupakan calon gubernur yang akan diusung oleh Partai Gerindra.

"Waktu itu juga, Sandiaga kerap dipanggil oleh penyidik Bareskrim. Tapi yang bersangkutan kerap mangkir. Padahal jelas, berbagai saksi mengarah ke nama Sandiaga Uno," tegasnya.

Dalam tuntutannya Kader HMI ini meminta agar Ketua KPK dan Jaksa Agung untuk segera keluarkan surat perintah penyidikan kepada Sandiaga Uno dalam dugaan kasus korupsi yang merugikan negara 6,4 juta dolar AS."Jaksa Agung baru harus segera melanjutkan kasus korupsi yang jelas-jelas melibatkan Sandiaga. Kami juga mendesak agar Sandiaga segera ditangkap. Aparat hukum, jangan pernah takut dengan oknum pejabat yang melindungi Sandiaga Uno," ujar Aziz.

Tidak hanya itu, Aziz juga meminta kepada Partai Gerindra untuk mempertimbangkan lagi pencalonan Sandiaga Uno. Karena jika dipaksakan, akan berakibat buruk bagi popularitas partai.

"Sebaiknya Gerindra membatalkan pencalonan Sandiaga, karena masih banyak calon-calon lain yang bersih dan punya track record bagus," ungkapnya.

DKI Jakarta sebagai barometer politik nasional, maka sudah sepantasnya partai untuk mengusung calon yang benar-benar bersih tidak terlibat korupsi apalagi pengemplang pajak."Sandiaga adalah sosok muda, tapi sayang track recordnya buruk. Tidak pantas dirinya memimpin Jakarta. Kami mendesak, agar Gerindra membatalkan Sandiaga sebagai bakal calon gubernur," lanjut Aziz.


Sumber: (harianterbit)

Kamis, 01 September 2016

Ahok: Seluruh Rumah Sakit Pemerintah Dan Swasta Di Jakarta Tidak Boleh Minta Uang Orang Sekarat

transparanjujur.blogspot.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginginkan agar rumah sakit di Jakarta, termasuk RS swasta, tidak lagi meminta uang muka sebelum merawat pasien korban kecelakaan.

Ia tidak ingin warga Jakarta dipersulit mengenai urusan biaya pada saat darurat.

"Kita akan keluarkan aturan, rumah sakit swasta mana pun, tidak boleh minta uang kalau untuk pasien dalam keadaan kecelakaan, untuk yang darurat," ujar Basuki atau Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (1/8/2016).

"Jadi tidak ada lagi minta duit orang lagi sekarat. Orang lagi sekarat masa diminta setor, bagaimana?" tambah Ahok.

Kendati demikian, Ahok belum memberitahu lebih lanjut teknis pelaksanaan kebijakannya itu.

Ia mengatakan, saat ini timnya sedang mempersiapkan teknis kebijakan tersebut.

Kata Ahok, ini merupakan salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah kesehatan di Jakarta.

Selain itu, Ahok ingin agar semua warga Jakarta memiliki jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pemprov DKI dan BPJS Kesehatan sudah bekerjasama untuk mewujudkan hal itu.


Ahok berharap semua warga Jakarta sudah memiliki jaminan kesehatan pada 2019.

"Saya rasa kalau permasalahan kesehatan di Jakarta selesai, seluruh daerah sudah gampanglah. Karena Jakarta jauh lebih pelik urusannya," ujar Ahok

Sumber: kompas.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India