Jumat, 05 Agustus 2016

Nabi Palsu Ini Jual Tiket Surga Rp 2 Juta! Gila!! Eh Tapi Banyak Yang Beli?! Share!

Polisi Mengamankan Barang Bukti Hasil Penjualan Tiket 'masuk Surga' (newsth.com)
transparanjujur.blogspot.com � Nabi palsu bernama Abdul Muhjib berkeliaran dan meresahkan warga Karawang, Jawa Barat. Yang membuat heboh publik adalah selain menyebarkan ajaran yang sesat Abdul Muhjib juga menjual tiket masuk surga seharga Rp 2 juta.

Yang aneh adalah tiket masuk surga yang dijual oleh nabi palsu itu banyak diminati orang. Polisi pun tidak tidak diam mengetahui hal itu. Meski sudah diketahui bersalah, namun Abdul Muhjib belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kepolsek Pangkalan, AKP Agus Wahyudin mengatakan polisi masih bimbang untuk menahan Abdul Muhjib, karena pihaknya mash mengumpulkan barang bukti. Namun jika tidak ditangkap nabi palsu itu membuat warga Desa Medal Sari resah karena kondisi warga sudah tidak lagi kondusif.

Agus menambahkan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan MUI Karawang beserta jajaran di Kecamatan Tegal Waru untuk membahas kasus penjualan tiket masuk surga yang dijual oleh nabi palsu. Agus juga menuturkan bahwa kasus ini sudah serahkan kepada Polres Karawang untuk penanganan lebih lanjut.

Awalnya nabi palsu Abdul Muhjib bersama rekannya mendirikan sebuah Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama di Medal Sari, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang pada Januari 2015. Padepokan tersebut menyebarkan ajaran sesat dan mengiming-imingi warga akan masuk surga.

Namun hal itu tidak gratis, warga yang ingin masuk surga harus membayar tiket seharga Rp 2 juta. Abdul Muhjib meminta kepada para pengikut mengucapkan kalimat syahadat yang sudah diubah.

Warga Medal Sari yang resah dengan kehadiran nabi palsu itu kemudian melaporkan Abdul Muhjib ke MUI Karawang. MUI pun meminta Abdul Muhjib dan lima temannya untuk bertobat. Bahkan saat itu dia juga sudah menandatangai surat perjanjian dengan MUI serta warga bahwa dia tidak akan menyebarkan agama sesat lagi.

Nampaknya Abdul Muhjib tidak menepati janjinya dan pada Rabu 3 Agustus 2016, dia kembali berulah dan mengaku sebagai nabi palsu. Abdul Muhjib langsung dibawa ke Polres Karawang untuk diproses lebih lanjut.


Sumber: newsth.com

Polisi Aniaya Penjaga Warnet! Untung Terekam CCTV! Eh Sekarang Minta Damai! Share!

Penjaga warnet korban pemukulan polisi di Medan. �2016 merdeka.com/yan muhardiansyah
transparanjujur.blogspot.com - Kasus penganiayaan dilakukan polisi terhadap petugas warnet di Medan terekam kamera diproses sesuai hukum. Korban telah melaporkan perbuatan anggota polisi itu ke Seksi Propam Polresta Medan.

"Kami sudah laporkan tadi malam. Aku pun sudah divisum," kata MS alias Fauzan (17), penjaga warnet yang dipukul dan ditendang polisi, saat ditemui, Kamis (4/8).

MS mengingat polisi memukul dan menendangnya. Menurut dia, pelaku adalah Aiptu JMS. Dia merupakan petugas Polsek Medan Area.

"Dia dan rekannya biasa mengatur lalu lintas di persimpangan di depan warnet ini," ujar MS.

MS mengaku sudah dipertemukan dengan Aiptu JMS di Seksi Propam Polresta Medan.

"Dia minta maaf. Mamaku bilang 'enak saja, coba bawa anak bapak ke sini, biar kupukuli, habis itu aku minta maaf," ujar MS.

 
Dari pertemuan itu, mereka memang menyatakan berdamai. "Tapi kata mamaku, sidangnya jalan terus," sambung MS.

Seperti diberitakan, seorang polisi terekam kamera pengintai melakukan penganiayaan terhadap operator warung internet (warnet). Tak hanya memukul, polisi itu itu juga menendang. Sedangkan rekannya hanya melihat dan sesekali mencoba melerai.

Kejadian itu terekam dalam video berdurasi 2 menit 22 detik, diunggah oleh Muhammad Prasetyo Wibowo, ke media sosial, Kamis (4/8). Dia pemilik warnet Bloody di Jalan Menteng Raya, Medan. Dia menyesalkan tindakan aparat main hakim sendiri terhadap anak buahnya.

Ini video pemukulannya jika Anda belum lihat:



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=B18bY0wD-6Q


Sumber: Merdeka.com

Sebelum Ditangkap Dia Berapi-Api, Sesudah Ditangkap Eh Gemetaran, Menyesal, Minta Maaf! Share!

transparanjujur.blogspot.com - Bibirnya bergetar, bicara terbata-bata hingga terus menanyakan maksud kedatangan. Begitu ekspresi kecemasan Ahmad Taufik (41), warga Jagakarsa yang ditetapkan sebagai tersangka penyebar ujaran kebencian di Facebook (FB) terkait kerusuhan Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara, saat ditemui Tribun di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2016).

Taufik mengaku masih syok dan khawatir dibawa kembali ke Polda Metro Jaya. Ia mengira didatangi oleh polisi. Namun, akhirnya ia bersedia menerima kedatangan awak media setelah diberi penjelasan.

Taufik tak menyangka postingan tulisan terkait kerusuhan di Tanjung Balai di akun Facebook-nya berujung di kantor polisi.

"Saya benar-benar menyesal. Saya benar-benar minta maaf. Saat diperiksa di Polda saya juga sampaikan penyesalan dan minta maaf," ucap Taufik.

Taufik menyebut dirinya tidak punya niatan atau tujuan tertentu, apalagi sampai melakukan provokasi atau menggalang massa terkait kerusuhan di Tanjung Balai pada Jumat malam hingga Sabtu (30/7/2016) lalu.

"Saya menulis di Facebook karena kekesalan saya setelah baca berita. Tapi, ternyata itu salah dan melanggar. Ini jadi pembelajaran untuk saya dan warga lainnya," sambung Taufik.

Sebelum menceritakan awal mula dirinya memposting tulisan bernada ujaran kebencian hingga berujung ke kantor polisi, Taufik menceritakan latar belakang dirinya.

Taufik mengaku telah mempunyai istri dan seorang anak perempuan yang duduk di bangku sekolah dasar.

Sebelumnya, ia bekerja sebagai desainer interior properti pada sebuah perusahaan di Jaksel. Namun, kariernya di perusahaan tersebut berhenti setelah terkena serangan stroke pada 2012.

Akibatnya, sejumlah organ bagian kanan tubuhnya lumpuh.

Kaki kanan Taufik terlihat terpincang-pincang saat melangkah dari kamarnya menuju ke ruang tamu. Siku tangan kanannya terlihat menekuk kaku. Demikian pula pergelangan tangannya.

Pada 2013, Taufik didiagnosa oleh dokter terkena virus toksoplasma dan berimbas pada sistem saraf serta kekebalan tubuhnya. Dua serangan penyakit tersebut membuatnya tidak bisa beraktivitas secara normal.

Sejak 2012, ia lebih banyak berada di dalam kamar, dibantu istri dan orang tua.

"Jujur, saya sudah empat tahun ini dalam keadaan stroke. Kalau tidak ibadah atau desain-desain di laptop, saya buka-buka postingan dari teman. Beruntung ada istri yang sabar menemani saya meski saya sudah tidak bisa bekerja," aku Taufik.

Taufik mengaku justru baru mengetahui adanya kerusuhan di Tanjung Balai pada Sabtu pagi setelah mendapat pemberitahuan melalui Whatsapp temannya.

"Jadi, salah besar kalau ada yang menyangka saya diamankan polisi karena yang menulis di Facebook sehingga warga yang di Tanjung Balai jadi rusuh. Saya baru posting tulisan di facebook Sabtu pukul 10.00. Sedang kejadian di Tanjung Balai itu Jumat malam," katanya.

Jaminan Istri

Selasa (2/8/2016) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, menjadi hari yang paling tak terlupakan bagi Taufik. Baru saja ia menghidupkan telepon genggam, 13 polisi berpakaian dinas dan bebas mendatangi kediamannya.

Rupanya, para polisi tersebut hendak membawanya ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

"Yah saya kaget, pagi-pagi saya sudah didatangi banyak polisi. Ada 13 polisi yang datang, tapi yang masuk dan cari-cari ke dalam kamar hanya beberapa. Lalu saya diberitahu soal tulisan di Facebook saya soal kejadian Tanjung Balai," katanya.

Handphone istri dan tablet milik anaknya ikut disita.

"Yah, anggota keluarga saat itu juga kaget," ujarnya

Lantas, polisi membawa Taufik menggunakan mobil patroli ke Polda Metro Jaya, disaksikan istri, orangtua, dan Ketua RT setempat.

"Waktu polisi datang, menjelaskan, dan langsung membawa saya, saya nggak protes, nurut saja," ujarnya.

Ia menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sejak Selasa pagi hingga menjelang malam. Ayahanda dan istrinya membesuk di sela pemeriksaan pada Selasa siang lantaran khawatir pada kondisi kesehatan Taufik.

Taufik pun sempat tertidur di meja pemeriksaan karena daya tahan tubuh dan kelelahan menjalani pemeriksaan.

Akhirnya, penyidik mengizinkan Taufik pulang atas dasar kemanusiaan setelah mengetahui kondisi kesehatan dan fisiknya itu.

Namun, ia dikenakan wajib lapor dua kali seminggu dengan jaminan sang istri.

"Istri saya sebenarnya masih syok, tapi dia bersedia jadi jaminan untuk saya," ujarnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Taufik menyatakan akan memenuhi setiap panggilan penyidik.

"Saya mengaku salah, makanya saya menyesal dan minta maaf waktu diperiksa itu. Kalau saya bisa tarik tulisan di Facebook itu, saya mau kok," ujarnya.


sumber: tribunnews.com

Kamis, 04 Agustus 2016

Bapak Ini Mengisi Ulang Air Kemasan Untuk Dijual, Yang Minum Sakit-Sakit! Bantu Share!

Gambar adalah cuplikan, videonya ada di bawah.
transparanjujur.blogspot.com - 'Lebih baik mencegah daripada mengobati' adalah suatu ungkapan yang lazim terdengar di bidang kesehatan. Karena jelas kesehatan itu mahal harganya.

Beberapa waktu lalu beredar sebuah video amatir yang direkam oleh seseorang dari balik kaca, kemungkinan perekam berada di dalam mobil.

Pada video tersebut, disorot seorang Bapak berpakaian lusuh dengan beberapa botol kosong di depannya. Kemudian ada kardus yang berisikan plastik hitam besar yang berisikan air.

Video ini memperlihatkan aktivitas si Bapak yang membilas botol air kemasan kosong, kemudian mengisinya kembali dengan air yang tidak diketahui tingkat kehigienisannya. Lalu botol kemasan ditutup rapat.

Yang pasti air tersebut bukanlah dari mata air pegunungan, jadi sebaiknya kita semua bisa lebih meningkatkan lagi kewaspadaan kita soal air kemasan ini. Jangan sampai anak-anak kita yang masih kecil menjadi jatuh sakit karena mengkonsumsi air kemasan yang tidak jelas ini.

Video berdurasi 40 detik itu dapat Anda saksikan berikut ini:



Link video jika tak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=Rr4QyeU17VQ

Tolong bantu sebarluaskan agar semua orang tahu dan dapat meningkatkan kewaspadaan, karena kesehatan itu mahal harganya.


Sumber: transparanjujur.blogspot.com & YouTube.com

Peserta Diskusi Yang Mengaku Lawan Ahok Ini Bungkam Usai Jenderal Tito Ngomong Begini...

transparanjujur.blogspot.com - Jenderal Tito Karnavian sekitar sembilan bulan menjabat Kapolda Metro Jaya sebelum dilantik jadi Kapolri. Sejumlah keberhasilan diraih termasuk membersihkan lokalisasi Kalijodo, Jakarta Barat.

Tito menjadi pembicara utama dalam acara 'Dialog Bersama Kapolri' yang digelar Center for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) di kantor CDCC, Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016) sore tadi. Para tokoh lintas agama hadir dalam kesempatan itu.

Awalnya, Tito memaparkan tentang toleransi dan kerukunan agama di Indonesia. Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta menyinggung soal hubungan Tito dan Ahok.

"Sekarang saya gabung di lawan Ahok. Saya ini kejar Bapak kenapa, (karena) Bapak punya statement ini dipakai oleh teman-teman Ahok untuk nakut-nakutin kita, Pak, bahwa sekarang yang jadi Kapolri ini adalah teman Ahok," ujarnya.

"Saya enggak percaya, Pak. Karena saya percaya Bapak pprofesional. Bapak naik (Jadi Kapolri) bukan karena Ahok, Pak," sambungnya.

Menanggapi hal itu, Tito mengatakan bahwa dulu dia menjabat Kapolda Metro Jaya. Para pemimpin di sebuah provinsi seperti Kapolda, Gubernur, Pangdam, tokoh agama harus akrab agar dapat bekerjasama dengan baik untuk masyarakat.

"Kalau seandainya para pemimpin di satu provinsi ini bentrok, saya enggak bisa bayangkan bagaimana rakyatnya nanti," kata Tito.

Tidak hanya saat di DKI Jakarta, Tito mengungkapkan pola itu juga diterapkannya saat menjabat Kapolda Papua.

"Jadi prinsip utamanya bagaimana para pemimpin satu daerah kompak dulu, tapi kompaknya positif. Jadi hubungan saya sama Pak Ahok sebatas hubungan saya sebagai muspida yang harus kompak," ujarnya.

Tito mencontohkan saat operasi pembersihan lokalisasi Kalijodo. Kata Tito, pembersihan Kalijodo itu awalnya merupakan ide Tito.

Sebab, lanjut Tito, saat itu ada peristiwa yang menyebabkan delapan orang meninggal karena ditabrak mobil. Polisi yang menangani kasus itu menemukan ternyata akar masalahnya karena minuman keras.

"Saya langsung telepon Pak Ahok. 'Pak Gubernur, ini mau diapakan Kalijodo, ini ada korban 8 orang meninggal ditabrak, habis minum-minum dari Kalijodo. Kalijodo mau kita apakan itu, itu harus bersih dari maksiat," tutur Tito mengisahkan.

"Jawaban beliau (Ahok) apa, 'wah kebetulan sekali Bapak tanya soal itu, dari dulu saya sudah mikir bagaimana bersihkan Malioboro'," sambung Tito menirukan ucapan Ahok.

Setelah itu, kata Tito, baru kemudian mereka membuat konsep apa yang dibangun jika Kalijodo sudah bersih. Ahok lalu mengutarakan berencana membangun taman hijau di lokasi itu.

"Oke, Bapak (Ahok) jangan bergerak, biar kami (polisi)," ujar Tito.

Tito kemudian meyakinkan Ahok bahwa membersihkan lokalisasi jauh lebih mudah dibanding tempat masyarakat biasa. Karena terlalu banyak pelanggaran yang ada mulai dari pelacuran, minuman keras, narkotik, pencurian listrik dan lainnya.

"Saya bilang, saya masuk duluan ya, Bapak (Ahok) jangan ikut campur, ini operasi kepolisian (terkait) penyakit masyarakat," kata Tito.

Jajaran Polda Metro Jaya kemudian menghitung berapa preman yang ada di Kalijodo. Setelah diketahui jumlahnya, personel Polri dan TNI dikerahkan untuk menutup area Kalijodo.

"Setelah ditutup, ketemu itu premannnya, mirasnya, sajam dan lainnya. Saya bilang bersihkan, setelah bersih, jaga kanan kiri.Semua orang laki-laki yang keluar-masuk ditanya identitasnya. Kosong," paparnya.

Dari situ, lanjut Tito, kemudian diketahui bahwa para pekerja seks komersial (PSK) di Kalijodo ternyata diambil dari kampungnya masing-masing dan dibayar Rp 50-70 juta tergantung kecantikannya.

"Jadi germo-germonya begitu lihat enggak ada yang datang, sepi, rugi. Keluarin semua WTSnya, WTSnya sudah enggak ada, germonya juga, tinggal masyarakat. Masyarakat kita dekati. Tunjukkan rumah susun dan seterusnya. Bersih," tuturnya.

"Jadi bukan karena saya mau bantu Pak Ahok, saya punya kepentingan sebagai Kapolda ingin bersihin Kalijodo. Dan Sudah bersih sekarang, alhamdulillah," urai Tito yang disambut tepuk tangan para peserta dialog
.

sumber: detik.com

Inilah Ajaran Islam Sebenarnya Yg Harus Dipahami Pelaku Rusuh Tanjungbalai! Tolong Bantu Share!

transparanjujur.blogspot.com - Masih segar diingatan kita akan kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai Asahan dan menyebabkan 10 rumah ibadah dibakar. Pemicunya berawal dari protes seorang Ibu tiong hoa terhadap suara Adzan.

Yang cukup menarik dari kejadian ini adalah tanggapan dari berbagai lapisan masyarakat. Ada banyak yang mengecam namun ternyata tak sedikit juga yang mengamini tindakan anarkis tersebut.

Tulisan berikut disadur dari postingan "Ahmed Zain Oul Mottaqin" di halaman akun facebook pribadinya. Pesan positif ini ditujukan kepada mereka yang mengaku beragama Islam tapi mengamini kejadian kerusuhan Tanjungbalai tersebut.




KAU BER-ISLAM, TAPI KAU KEHILANGAN MUHAMMAD

Bang apakah ibu-ibu Tionghoa itu salah karena meminta suara azan dari toa masjid dikecilkan?

"Sejauh ini yang saya lihat dia salah. Mungkin dia lagi stres, atau anaknya sedang sakit, atau apalah kita tidak tahu. Yang jelas dia memang nekad mengusik hal sensitif, dan dia salah."

Lalu apakah tanggapan ormas islam yang mengamuk, melempari rumah ibu itu, dan membakar vihara sudah benar?

"Itu jelas JAUH LEBIH STRES lagi. Hanya karena tingkah seorang ibu berusia 46 tahun, lalu kalian para pria yang mengaku muslim langsung berubah menjadi preman pasar. Ibu itu hanya sendiri dan ia tidak membawa pasukan seorangpun. Kalau anda mau marah, ya laporkan ke RT/Lurah setempat dan minta ibu itu dinasehati. Bukannya mengamuk dan membakar 10 vihara seperti preman."

Lho tapi kan ibu itu duluan yang mulai?

"So what kalau dia yang mulai? Apa itu jadi alasan pembenaran bagimu untuk melakukan pembalasan yang jauh lebih sadis?

Anda muslim kan? Sejak kapan jadi muslim mengajarkan anda membalas kezaliman dengan kezaliman yang lebih parah. Bahkan dalam Qur'an Allah mengajarkan kita dalam menghadapi perbuatan buruk orang lain "ldfa' billati hiya ahsanus sayyiata" >> �Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik."

Bahkan jika emosi anda sudah di ubun-ubun hingga anda tak kuasa untuk tak membalas, maka Allah membatasi boleh membalas asal proporsional sesuai dengan kezaliman yang ditimpakannya padamu, "Wajaza�u sayyiatin sayyiatun mistluha" >> balasan keburukan adalah keburukan YANG SERUPA, tidak melampaui sedikitpun. Karena membalas dengan cara yang lebih sadis adalah kezaliman. Dan Allah membenci orang-orang yang zalim."

Terus umat islam harus diam saja dengan tingkah ibu tersebut?

"Beragama tidak berarti memendekkan sumbu. Panjangkan sumbumu sedikit agar pikiran yang lebih proporsional bisa masuk! Kau sebut islam agama Rahmatan lil 'Alamin, tapi baru disenggol sedikit oleh ibu-ibu tua sumbumu sudah meledak. Kau sebut umat islam adalah umat yang kuat, tapi dari kelakuanmu kemarin kau hanya menunjukkan islam agama yang kuat di otot, tapi tidak di kedewasaan berpikir. Kau sebut islam agama berkelas, tapi kau melayani protes seorang ibu tua hingga ramai-ramai membakar tempat ibadahnya. Tidak usah lah dulu bicara islam, tanya dirimu sendiri apakah sikap seperti itu jantan?"

Terus apa saranmu bang?

"Jangan lemahkan islam yang kuat dengan tindakan kerdilmu. Jangan hinakan islam yang suci dengan perbuatan nista. Kau tahu apa yang dilakukan Sayyidul Wujud Muhammad pada seorang yahudi tua yang tiap hari meludahi & melempari kotoran padanya? Ia jenguk dan doakan sang yahudi ketika yahudi itu sakit. Kau tahu apa yang dilakukan Muhammad pada seorang yahudi buta yang tiada hari tanpa mencacinya? Ia suapi setiap hari dengan tangannya sendiri tanpa sang yahudi tahu bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad yang selalu ia caci.

Itulah islam. Ber-islamlah seperti islam-nya Muhammad, bukan islam ala egomu. Jangan sampai kau hanya ber-islam, tapi kau kehilangan Muhammad."

-----

Tulisan saudara Ahmed Zain Oul Mottaqin sungguh mencerahkan baik kepada saudara kita yang Muslim maupun Non-Muslim. Mari bantu bagikan pesan positif ini agar semakin banyak saudara sebangsa kita yang tercerahkan, terima kasih.


Sumber: transparanjujur.blogspot.com & FB Ahmed Zain Oul Mottaqin

Rabu, 03 Agustus 2016

Polisi Razia Siswa Bolos, Eh Malah Penjaga Warnet Dihajar Membabi Buta! Bantu Share!

Gambar adalah cuplikan, videonya ada di bawah.
transparanjujur.blogspot.com - Terekam CCTV dua orang polisi masuk ke sebuah warnet dan mendapati seorang siswa SMA yang bolos sekolah dan bermain di warnet. Pada video tersebut terlihat siswa diomeli oleh polisi.

Kemudian yang mengagetkan adalah adegan selanjutnya, dengan langkah penuh emosi, polisi itu mendekati meja penjaga warnet. Penjaga warnet yang saat itu sedang beraktivitas dengan komputernya langsung mendapat kepretan secara tiba-tiba dari si polisi.

Polisi terlihat mengomeli penjaga warnet tersebut, lalu kemudian aksi kekerasan oleh polisi kembali terjadi, pukulan dan tendangan menghampiri tubuh penjaga warnet tersebut. Penjaga warnet terlihat melindungi diri tanpa membalas serangan sama sekali.

Video berdurasi 2 menit tersebut dapat Anda saksikan berikut ini:


Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=B18bY0wD-6Q

Mohon bantu sebarkan agar polisi yang meresahkan seperti ini bisa segera dipecat dari jabatan kepolisiannya, terima kasih.


Sumber: YouTube & transparanjujur.blogspot.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India