Selasa, 02 Agustus 2016

Maling Masuk Rumah, Kepalanya Dipukul Besi, Meninggal! Pemilik Dipenjara 3 Tahun! Share!

foto@Surya/Sugiyono
transparanjujur.blogspot.com - Pengadilan Negeri Gresik menjatuhkan pidana tiga tahun penjara kepada Subianto, warga Desa Tumapel, Duduksampean, Gresik, Selasa (2/8/2016).

Ia terbukti bersalah menganiaya Muhammad, tetangganya yang ketahuan mencuri gas elpiji kemasan tiga kilogram hingga tewas. Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa Lila Yurifa Prihasti, yakni lima tahun penjara.


"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 351 ayat 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata ketua majelis hakim Lia Herawati saat membacakan putusan.

Menurut pertimbangan hakim, Subianto main hakim sendiri dan meresahkan masyarakat. Subianto melalui penasihat hukumnya, Ahmad Royani, lalu mengajukan banding.

Subianto keluar dari area sidang sambil menahan tangis disambut jabat tangan keluarganya. "Sabar ya, Pak. Yang Kuasa akan membalasnya," kata seorang kerabat Subianto.

Ahmad menyatakan, upaya banding harus ditempuh karena perbuatan Subianto untuk melindungi diri sendiri.

"Coba pikirkan jika di rumah sendiri ada pencuri. Pasti akan melindungi diri," terang Ahmad.

Peristiwa itu terjadi pada 8 Mei 2015 malam. Saat itu, Muhamad mencuri di rumah Subianto. Dalam kondisi gelap, Subianto mendengar arang mengambil gas elpiji kemasan tiga kilogram.

Setelah diintai dari balik kaca, ternyata ada orang mencuri. Subianto bergegas keluar rumah dan mengambil potongan besi 50 sentimeter untuk memukul pencuri.

Pencuri itu terkena pukulan di kepala kiri hingga mengalami pendarahan. Akhirnya, Muhammad meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina.


-----

Ini pelajaran untuk kita semua, kalau rumah kemasukkan maling, jangan dibikin mati. Kalau kita bikin dia mati, ntah disengaja atau tidak, kita yang malah dipenjara...

Tolong bantu sebarkan biar yang lain tahu hukum di Negeri ini, terima kasih.


sumber: tribunnews.com

Di Sosmed Berapi-Api, Eh Pas Polisi Datang Ternyata Provokator Sakit Stroke! Share!

Foto: Jumpa pers di Polda Metro Jaya (Mei Amelia/detikcom)
transparanjujur.blogspot.com - 'Tanjung Balai Medan Rusuh 30 Juli 2016..!! 6 Vihara dibakar. Buat saudara Muslimku mari rapatkan barisan..Kita buat tragedi 98 terulang kembali. #Allahu_Akbar..."

Tulisan itu diposting di dua akun facebook milik Ahmad Taufik (41), seorang pria pengangguran beranak satu dengan kondisi kesehatan buruk pada Minggu (31/7/2016). Dia sedang stroke.

Ia memposting itu hanya satu hari usai kerusuhan di Tanjung Balai, Medan, Pecah, Sabtu (30/7/2016) dini hari. Taufik memposting itu dari ponselnya sambil bersantai di rumahnya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dia mengaku menulis itu karena iseng, dan kesal dengan Pemerintahan Jokowi.

Satu hari berikutnya Taufik masih bisa bersantai di rumahnya. Berleha-leha tak menyangka sederetan polisi di Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sudah membaca seluruh datanya dan mencari lokasi dirinya berada.


Hari berikutnya, Selasa (2/8/2016), Taufik bangun pagi dengan terkaget-kaget. Ada sederet polisi berdiri di depan rumahnya dan mengetuk pintu.

Taufik cuma terbengong saat diberitahu ia ditangkap dan ditahan karena memposting tulisan bernada kebencian ddan provokasi tersebut. Dia pun pasrah dibawa ke kantor polisi.

Tapi lantaran kondisinya yang tengah sakit stroke, polisi memilih tak menahannya. Namun tetap menjadikannya tersangka.

"Orang ini kami tangkap untuk memberi pelajaran buat masyarakat. Kami tidak main-main terhadap mereka yang menebar kebencian dan provokasi lewat media sosial," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (2/8/2016) siang.

Menurut Hengki, pihaknya tak main-main lagi soal provokasi dan tebaran kebencian di Medsos setelah menganalisa beberapa kerusuhan.

"Ternyata beberapa kerusuhan itu pecah setelah diprovokasi lewat Medsos," kata Hengki kepada wartawan.

Hengki memberi contoh, kerusuhan sopir taksi melawan driver ojek online juga dipicu provokasi di Medsos.

Kemudian beberapa kerusuhan lainnya terkait sepakbola di Jakarta, juga dimulai dari Medsos.

Bahkan untuk menangkal ini, kata Hengki, Polda Metro Jaya sudah membentuk tim patroli cyber.

Tim ini khusus untuk mencari apabila adanya ujaran kebencian atau provokasi yang disampaikan siapa saja lewat Medsos.


"Ada tim analisa, dan ada tim tindak yang bergerak di lapangan untuk mencari posisi orang yang mempostingnya," kata Hengki.

Tim ini aktif setiap hari, dan bertugas lintas batas. Tidak hanya bekerja untuk isu-isu di Jakarta. Tetapi isu apa saja yang terkait provokasi dan ujaran kebencian, maka akan diburu yang mengunggahnya.

"Lihat saja, yang kami tangkap ini kan juga isu kerusuhan Tanjung Balai," kata Hengki.


Sumber: Tribunnews.com

Bravo Ndan Tito, Ahmad Taufik Provokator Medsos Kerusuhan Tanjung Balai Berhasil Diringkus! Share!

transparanjujur.blogspot.com - Polisi menangkap satu orang tersangka penyebar ujaran kebencian di media sosial terkait aksi ricuh di Tanjungbalai beberapa waktu lalu. Adapun tersangka tersebut diketahu berinisial AT yang ternyata adalah Ahmad Taufik  (41), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus AKBP Hengki Haryadi mengatakan, AT menyebarkan ujaran kebencian tersebut di akun Facebook pribadinya. AT menuliskan ujaran kebencian tersebut pada Minggu (31/7/2016) lalu.

"Pelaku membuat akun Facebook menggunakan handphone-nya. Dia menulis status yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terkait kericuhan di Tanjungbalai," ujar Hengki di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/8/2016).

Adapun status yang ditulis Ahmad Taufik  berbunyi: "Tanjung Balai Medan Rusuh 30 Juli 2016!! 6 Vihara dibakar buat Saudara Muslimku mari rapatkan barisan... Kita buat tragedi 98 terulang kembali Allahu Akbar".

Hengki mengungkapkan, penangkapan terhadap  Ahmad Taufik  merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian yang memerintahkan jajarannya untuk memburu para pelaku penyebar ujaran kebencian di media sosial.

Untuk itu, menurut Hengki, Polda Metro Jaya membuat satgas gabungan dan melakukan patroli cyber untuk mencari para pelaku.

"Berdasarkan analisis atas kejadian yang ada dan meneruskan perintah Kapolri, kami membuat satgas gabungan dan melakukan monitoring dan patroli cyber hingga akhirnya Ahmad Taufik  ini kami tangkap," ucapnya.

Ahmad Taufik ditangkap di kediamannya pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Menurut hasil pemeriksaan, ternyata  Ahmad Taufik menyebarluaskan ujaran kebencian tersebut di dua akun Facebook miliknya.

Akibat ulahnya, Ahmad Taufik  terancam dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau 160 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman penjara selama enam tahun


sumber: kompas.com

Keren!! Menteri Susi Hanya Modal 'Ngedumel', Amerika Bebaskan Bea Masuk Produk Perikanan RI!

transparanjujur.blogspot.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti bersyukur Amerika Serikat telah membebaskan Bea Masuk (BM) produk perikanan dari Indonesia.

"Ada kabar gembira AS membebaskan impor tarif untuk produk Indonesia," kata Susi dalam sambutan halal Bihalal, di Jakarta, Jumat (31/7).

Susi mengatakan, pemberian fasilitas dalam bentuk Generalized System of Preference (GSP) dari Amerika Serikat itu,  tidak memerlukan  upaya pergi ke negeri Paman Sam dan bernegosiasi panjang lebar atau mengirim delegasi.

"Tidak perlu dengan jalan-jalan, mereka sudah membebaskan. Hanya modal ngedumel dan ngomel-ngomel. Meski itu menyebabkan banyak dosa tapi gunanya banyak. Saya memastikan cerewet saya lebih banyak manfaatnya daripada tidak," ucap Susi.

Dengan pembebasan BM tersebut, harga produk perikanan Indonesia di pasar AS menjadi lebih kompetitif. Susi menaksir, potensi tambahan pendapatan nelayan dari pembebasan BM ini mencapai 600 juta dollar AS.

Skema GSP sempat terhenti sejak tahun 2013 karena tidak mendapatkan persetujuan Senat AS. Skema GSP mulai berlaku mulai 29 Juli 2015 hingga 31 Desember 2017.

Hal ini akan menjadi peluang yang sangat baik bagi eksportir perikanan Indonesia karena melalui skema tersebut sejumlah produk perikanan Indonesia, seperti kepiting beku, ikan sardin, daging kodok, ikan kaleng, lobster olahan, rajungan dan dibebaskan dari tarif bea masuk atau dengan kata lain dikenakan tarif 0 persen. Besarnya penurunan tarif antara 0,5 - 15  persen.

Informasi saja, Amerika Serikat merupakan pasar tujuan ekspor utama bagi produk perikanan Indonesia. Selama empat tahun terakhir nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Amerika Serikat terus menunjukan peningkatan, yaitu 1,07 miliar dollar AS tahun 2011, 1,15 miliar dollar AS tahun 2012, 1,33 miliar dollar AS tahun 2013 dan 1,84 miliar dollar AS tahun 2014.

Komoditas utama ekspor Indonesia antara lain udang, kepiting, tuna, tilapia, cumi-cumi, ikan hias, rumput laut, kekerangan dan lobster. Pertumbuhan ekspor produk perikanan Indonesia ke Amerika Serikat mengalami peningkatan rata-rata sebesar 21,14 persen sejak tahun 2011. Semua produk perikanan yang mendapatkan fasilitas GSP diperkirakan 1,75 persen dari total ekspor ke Amerika Serikat yang mencapai 1,84 miliar dollar AS tahun 2014.


Sumber: (kompas.com)

Terungkap di Persidangan! Uang Haram Mengalir ke Kas PDIP!

transparanjujur.blogspot.com - Uang suap proyek jalan di Maluku dari PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir benar-benar mengalir ke PDI Perjuangan.

Dalam sidang lanjutan kasus suap proyek jalan di Maluku, dengan terdakwa Damayanti Wisnu Putranti, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadirkan Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Saat menjadi saksi, Politisi PDI Perjuangan itu mengaku pernah menerima uang sebesar Rp300 juta dari anggota Komisi V DPR RI Damayanti Wisnu Putranti.

Uang tersebut diberikan untuk dana pemenangan dirinya sebagai calon wali Kota Semarang.

"Seingat saya, pada November 2015 ada Julia, Dessiy dan Damayanti menyerahkan bantuan untuk kepentingan partai pada Pilkada," ujar Hendrar saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Menurut Hendrar, penyerahan uang sebesar Rp300 juta itu dilakukan di Novotel Semarang, pada November 2015, atau sebelum ia terpilih sebagai wali kota. Uang tersebut diserahkan oleh dua staf Damayanti, yakni Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin, kepada Farhan, staf fraksi PDI Perjuangan Kota Semarang, yang saat itu mendampingi Hendrar.

"Bicaranya ada bantuan dari teman-teman Jakarta. Yang terima Farhan, staf saya. Uangnya kemudian diserahkan ke sekretariat partai. Setelah kejadian OTT (operasi tangkap tangan) saya tanyakan, jumlahnya Rp 300 juta," ucap Hendrar.

Hendrar mengatakan, pada awalnya ia menolak pemberian tersebut, karena merasa malu diberi bantuan oleh perempuan. Namun, uang tersebut akhirnya diterima, karena Dessy dan Julia beralasan bahwa uang tersebut merupakan bantuan dari pengurus PDI Perjuangan di tingkat pusat.

Hendrar mengakui bahwa, uang Rp 300 juta dari Damayanti sudah digunakan untuk keperluan pemenangan dirinya sebagai calon Walikota Semarang. Dia mengaku, uang itu sudah digunakan setelah dia menanyakan kepada tim suksesnya.

"Sudah (digunakan) menurut teman-teman untuk tim sukses PAC. Untuk konsolidasikan partai di tingkat ranting dan termasuk pembuatan kaos," ujar Hendrar.

Dalam surat dakwaan Damyanti, uang Rp 300 juta yang diberikan kepada Hendrar berasal dari kantong Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir. Khoir dalam kasus ini sudah divonis terbukti bersalah menyuap Damayanti? Rp 8,1 miliar untuk memuluskan proyek pembangunan jalan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara masuk ke dalam program aspirasi Komisi V DPR yang dicairkan melalui Kementerian PUPR.

Damayanti sendiri diketahui memang meminta uang kepada Khoir untuk membantu Hendrar memenangi Pilkada Kota Semarang 2015 lalu. Selain kepada Hendrar, politikus PDIP tersebut juga memberikan bantuan Rp 300 juta untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal, Widya Kandi dan Gus Hilmi.


Sumber: rmol.co

Senin, 01 Agustus 2016

Masinton: "Meski kambing yang dibedaki sekalipun kami usung pasti menang, apalagi lawannya cuma Ahok"

transparanjujur.blogspot.com - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu menyebutkan partainya bakal menang dalam pertarungan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 mendatang.

Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ini yakin PDI Perjuangan mampu menjadi partai pengusung yang akan mengalahkan Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. PDIP hingga kini masih belum menentukan pilihannya.

"Meski kambing yang dibedaki sekali pun kami usung pasti menang, apalagi lawannya cuma Ahok," katanya, kepada Tempo, di sela kunjungannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A, Pekanbaru, Senin, 1 Agustus 2016.

Menurut Masinton Ahok bukanlah lawan tangguh bagi PDI Perjuangan. Apalagi partai banteng moncong putih saat ini memiliki kader dengan rekam jejak bagus diyakini mampu menyaingi Ahok di DKI. "Mudah sekali mengalahkan Ahok," ucapnya.

Masinton menilai Ahok bersama timnya saat ini tampak gugup untuk memastikan diri untuk maju di DKI 1. Meski sudah mengumupulkan sejuta KTP kata dia, Ahok justru tidak percaya diri maju dari jalur independen. "Akhirnya apa, dia malah ingin maju dari jalur partai," ujarnya.

Alasan lain, menurut Masinton, Ahok bukanlah sosok pemimpin daerah yang moncer di kancah politik. Ahok punya pengalaman buruk dalam karir politiknya, ia pernah kalah dalam pertarungan pemilihan Gubernur Bangka belitung 2007 silam. Ahok yang mundur dari Bupati Belitung Timur saat itu kalah bersaing dalam pencalonan Gubernur Bangka Belitung oleh rivalnya, Abdul Maulana.

"Kami telah mendengar ada komunitas yang mengusulkan Risma (Wali Kota Surabaya), Djarot (Wakil Gubernur Jakarta), bahkan Ganjar pranowo (Gubernur Jawa Tengah). Semuanya kader, kami menyambut baik dukungan itu, karena datang dari warga bukan dari pengurus, artinya kader PDIP kepemimpinannya diinginkan oleh warga DKI," katanya.

"Partai akan memutuskan calon gubernur sebelum pendaftaran di KPU ditutup," ujarnya.


Sumber: tempo.co

Kepada Mereka Yang Membakar Vihara, Ini Pesan Menyejukkan Dari Ajahn Brahm! Bantu Share!

transparanjujur.blogspot.com - Dikutip dari jawaban Ajahn Brahm mengenai pertanyaan seorang wartawan "Apa yang Ajahn Brahm lakukan bila seseorang memasukkan Kitab Suci Agama Buddha dalam toilet?

Beliau menjawab, saya akan panggil tukang untuk membersihkan toilet dan mengangkat kitab suci itu. Supaya toilet tidak buntu.

Wartawan itu tertawa dan mengatakan ini baru jawaban yang masuk akal.

Selanjutnya beliau mengatakan:

"Saya menjelaskan, seseorang mungkin bisa meledakkan banyak patung Buddha, membakar Vihara atau membunuh Bhiksu dan Bhiksuni, mereka mungkin menghancurkan semuanya, tetapi saya tidak akan pernah membiarkan mereka menghancurkan Ajaran Buddha.

Kalian bisa saja membuang Kitab Suci ke dalam toilet, tetapi saya tidak akan membiarkan kalian membuang pengampunan, kedamaian, dan welas asih ke dalam toilet.

Buku bukanlah Agama, demikian juga dengan patung, bangunan dan para pemuka agama. Ini semua hanyalah "kontainer"

Apa yang telah buku ajarkan kepada kita? Patung itu merepresentasikan apa? Kualitas apa yang seharusnya diwujudkan oleh para pemuka agama?  Inilah yang disebut dengan "isi"


Ketika kita dapat mengetahui perbedaan antara "kontainer" dan "isi", maka kita akan mampu mempertahankan "isi" meskipun kontainernya telah dihancurkan.

Kita dapat mencetak lebih banyak buku, membangun lebih banyak Vihara dan patung-patung, bahkan melatih lebih banyak Bhiksu dan Bhiksuni, tetapi ketika kita kehilangan cinta kasih dan rasa hormat kepada sesama dan diri kita sendiri dan menggantinya dengan kebencian, maka keseluruhan agama itu telah jatuh ke dalam toilet.

-----

Sungguh pesan yang sangat bijak serta mencerahkan dari Ajahn Brahm. Mari bantu bagikan pesan positif ini, terima kasih.


Sumber: FB Kalyanamitta Buddhist Page

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India