Sabtu, 02 Juli 2016

Fahmi Zulfikar Pernah Sebut Darah Ahok Halal, Kini Dia Ditahan Bareskrim Karena Kasus UPS!

transparanjujur.blogspot.com - Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri menahan satu lagi tersangka kasus dugaan korupsi UPS di lingkungan DPRD DKI Jakarta. Tersangka yang adalah anggota DPRD DKI Jakarta bernama Fahmi Zulfikar itu resmi ditahan hari Jumat.

"Iya sudah ditahan hari ini, selama 20 hari," ungkap Dir Tipideksus Brigjen Ahmad Wiyagus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016).

Wiyagus mengatakan, Fahmi ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Penahanan Fahmi untuk mempercepat proses pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan.

Sebelumnya, mantan Anggota DPRD DKI, Firmansyah juga ditahan pada Senin (6/6/2016) lalu karena berkasnya dinyatakan sudah lengkap.

"Atas nama MF kami tahan karena sudah lengkap penyidikan dan akan diserahkan ke kejaksaan," ujar Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2016).

Firmansyah dan Fahmi merupakan tersangka dari unsur DPRD DKI. Sementara dua tersangka lainnya dari unsur Pemprov DKI, Zaenal Soleman dan Alex Usman proses hukumnya sudah di pengadilan.

Fahmi Zulfikar: Darah Ahok itu Halal Hukumnya

"Coba bayangkan, kalian itu kan punya keluarga. Begitu juga saya, bagaimana rasanya anak-anak saya di sekolah bahwa ayahnya yang jadi anggota dewan dibilang pembohong, perampok uang negara. Itu sudah keterlaluan," ujar politisi dari Partai Hanura ini, Rabu (18/2/2015) di Lobi, Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta.

Kemarahan pria yang juga anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini, terkait soal kericuhan soal draft Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2015, dimana mantan Bupati Bangka Belitung itu menyebutkan anggota dewan adalah "perampok".

"Itu sangat disayangkan sebagai pimpinan daerah berkata seperti itu. Untuk membela harga diri, saya katakan darah Ahok itu halal. Oleh karena itu, saya tetap akan menggunakan hak saya sebagai dewan melakukan hak angket," ujarnya.

Fahmi Zulfikar mengatakan, perilaku Ahok sebagai pimpinan daerah sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya sekali saja, Ahok berkomentar pedas dan kerap menyalahkan orang lain.

"Coba masalah banjir belum lama ini, masa sih Ahok bilang banjir itu karena disabotase pihak PLN. Dan sebelumnya, juga demikian bilang anak buahnya 'bajingan'. Itu kan tidak benar," jelasnya.


Sumber: (detik.com & koranmetro.com)

Inilah Kisah Veronica Tan (Istri Ahok) Yang Selalu Setia Mendampingi Sang Suami! Share!

transparanjujur.blogspot.com - Veronica Tan istri dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sudah terbiasa dengan kesibukan suaminya terutama sejak Ahok menjadi Cawagub DKI Jakarta.

"Bukan kali ini saja saya dampingi dia, sebelumnya sebagai Bupati Belitung kan juga pernah, jadi sudah biasa," ungkap dia saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Veronica pun sering kedatangan tamu dari berbagai macam kalangan, mulai dari orang penting sampai para pendukung Jokowi Ahok.

"Kalau di rumah ada tamu datang, kami mempersiapkan semuanya," ujar Veronica.

Tak jarang, katanya, Ahok juga sering pulang malam tetapi tidak meghalangi komunikasi pasangan ini.

"Bapak itu cerita keluh kesah juga kalau pulang kerja, kalau malam tidak sempat, ya paginya pas sarapan atau bangun tidur. Dia orang yang terbuka," ungkapnya.

Veronica juga tidak lupa peran sebagai Ibu tiga orang anaknya Nicholas Sean, Natania  dan Daud yang selalu menyiapkan sarapan, mengantar sekolah, hingga les.

"Kadang saya juga sering mengajar paduan suara di gereja atau les musik," ujarnya.

Perempuan asal Medan ini menceritakan, sudah tinggal di Jakarta selama lebih dari 15 tahun.

Veronica menjelaskan suaminya sudah berkecimpung di dunia politik sejak tahun 2003 di kursi DPRD sebelum menjabat Bupati Belitung Timur pada 2005-2010.

Walaupun tidak selalu mempromosikan sosok suami ke tetangganya, Veronica selalu berusaha mengenalkan Ahok ke teman-temannya.

"Kalau kenal pribadi dengan tetangga sih tidak, ya karena kan daerah komplek, tapi paling senyum atau 'say hay' ke mereka. Banyak teman juga mendukung," ungkapnya.


Sumber: (Antaranews)

Habiburokhman Berandai-Andai Apabila Dirinya Menjadi Presiden RI!

transparanjujur.blogspot.com - Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Habiburokhman mengatakan jika ia menjadi presiden, maka dirinya bakal senang dikritik.

�... Kalau gua jadi Presiden, malah senang dikritik,� ungkapnya via akun Twitter yang dipantau Sabtu (02/07/2017).

Pernyataan Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra ini menanggapi artikel tentang Presiden Joko Widodo yang menyinggung sejumlah pengguna media sosial (medsos), yang selalu tidak percaya bahwa pemerintah sedang menggalakkan pembangunan. Jokowi mengaku, banyak pengguna medsos yang mencibirnya terkait pembangunan yang digembar-gemborkan hanya janji-janji saja.

"Kalau masih ada yang tidak percaya terhadap gambar, silakan datang ke lokasi. Ah, itu paling-paling rekayasa gambar (kritikan di medsos), kan sering seperti itu di medsos. Ya datang saja ke lokasi pembangunannya," ungkap Jokowi saat di Kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Jumat 1 Juli 2016.

Di lokasi-lokasi itu, kata Jokowi, akan terlihat banyak alat berat yang sedang bekerja. Bahkan Jokowi meminta agar proses pembangunannya dikerjakan dalam tiga shift, agar lebih cepat rampung.

"Jalan tol, Pelabuhan Kuala Tanjung, Makassar New Port, yang di Priok, yang di Sorong masih nunggu, ini yang gede-gede, yang sedang-sedang, yang kecil banyak sekali," ungkap Jokowi.

Habiburokhman ini masih saja tidak bisa membedakan mana yang fitnah dan mana yang kritik? Bagaimana menurut Anda?


Sumber: beritateratas.com

Jumat, 01 Juli 2016

Aa Gym Lagi Ceramah Tiba-Tiba Larang Umat Jangan Pilih Ahok Karena Beda Agama! Tonton Videonya!

Gambar adalah cuplikan, videonya ada di bawah.
transparanjujur.blogspot.com - Bila hati kian benci, tutur kata penuh caci Perilaku tak terpuji, bisa jadi mahluk keji

Bila hati penuh dendam, bagai api dalam sengkam Penuh bara kehancuran, hidup pun jadi mengerikan

Bila hati iri dengki, tak rela orang dapat rezeki  tak pernah mau memuji, hanya bisa mencaci maki "


Demikian lirik lagu yang suka aa gym Nyanyikan tapi sepertinya tidak berhasil membuat hati sang penciptanya menjadi lembut tetapi malah menjadi sosok pendengki lantaran capres yang ia dukung pada pilpres 2014 silam kalah telak.

Ulama Kondang Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan sebutan Aa Gym dalam salah satu tausyiahnya mengharamkan umat islam untuk memilih pemimpin yang bukan beragama islam seperti Ahok.

Awal mulanya ada seorang jamaah (yang ortunya kebetulan beragama non islam ) mengajukan pertanyaan kepada Aa gym " apakah boleh berbuat kebajikan kepada ortunya yang non muslim lalu mendoakannya supaya masuk islam" ?

Lalu jawaban Aa gym kepada jamaah tersebut " Bagus sekali" jika melakukan hal demikian.

Tapi entah kenapa tiba tiba mulutnya Aa gym yang dikenal paling santun Se Indonesia ini malah nyerempet-nyerempet mempermasalahkan soal agama yang Ahok yakini.

Menurut Aa Gym,  seorang muslim haram hukumnya memilih pemimpin non muslim seperti Ahok dan wajib memilih seorang pemimpin yang satu keyakinan yaitu " Islam"

Padahal Jelas sekali bahwa tujuan kita ( umat muslim) memilih dan mendukung Ahok adalah sebagai pemimpin atau administrator sebuah negara bukan sebagai pemimpin agama dan sepertinya Aa gym ini kurang faham dalam masalah ini atau mungkin sengaja pura pura tidak faham lantaran capres yang ia dukung pada pilpres 2014 silam kalah telak oleh pasangan Jokowi- JK.

Sebagaimana diketahui, sejak pilpres 2014 silam , ulama kondang yang istrinya dua ini dikenal sebagai tokoh yang mendukung pasangan capres dengan nomor urut wahid ( satu)

Lantaran calon yang ia dukung kalah, menjadikan dirinya bagian dari " barisan sakit hati" yang sukanya terus terusan memojokkan presiden terpilih dan juga orang orang yang menjadi pendukung presiden jokowi seperti Ahok.

Ketika pemerintahan jokowi memblokir situs situs radikal yang menyebarkan faham terorisme, Aa Gym maju paling depan menentang apa yang dilakukan pemerintah dan menyebut sikap tegas pemerintahan jokowi menutup situs situs radikal sebagai perbuatan " Anti Islam"

Dalam Video ini Aa Gym juga menganjurkan para jamaahnya untuk mendoakan Ahok agar diberi hidayah oleh Allah dan memeluk agama Islam. Aa Gym memberikan contoh Kapolda Bali yang bersyahadat dan memeluk Islam.

Berikut ini Video berdurasi 3 menit ceramah Rasis Aa Gym yang melarang Muslim memilih pemimpin non Muslim seperti Ahok yang telah diunggah ke youtube Oleh akun Jawangoko, kamis(9/6/2016).



Link video jika tidak muncul: https://www.youtube.com/watch?v=ebNoZqY4S8A


Source: islamnkri.com

Dulu Dia Mau Lengserkan Ahok Lewat Hak Angket, Sekarang Resmi Ditahan Karena Korupsi!


transparanjujur.blogspot.com - Masih ingat dengan hak angket yang digulirkan DPRD DKI terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama?

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Hanura, Fahmi Zulfikar, merupakan inisiator hak angket tersebut.

.
Dalam rapat paripurna pengajuan hak angket pada Februari 2015 lalu, Fahmi-lah yang membacakan draf pengajuan.

Pada akhirnya, semua anggota DPRD DKI menyetujui usulan hak angket terhadap Ahok (sapaan Basuki).

Sekarang, inisiator tersebut resmi ditahan Bareskrim.

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menahan satu lagi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Uninterrutible Power Supply (UPS) APBD Perubahan DKI Jakarta 2014. Dia adalah mantan anggota DPRD DKI Jakarta Fahmi Zulfikar.

?Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Brigjen Ahmad Wiyagus menyampaikan penahanan terhadap politisi Hanura itu dilakukan selama 20 hari ke depan.

"Fahmi akan ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan Polres Metro Jakarta Selatan," ujar Wiyagus di Bareskrim Polri, Jumat (1/7/2016).

Ditahannya Fahmi Zulfirkar ini guna mempercepat pemberkasan perkara ini. Sebelumnya, penyidik menahan Muhammad Firmanasyah Senin 6 Juni 2016 lalu.

Firmansyah yang merupakan politisi Partai Demokrat itu ditahan setelah jaksa menyatakan berkasnya lengkap alias P21.

Dalam kasus pengadaan UPS pada APBD Perubahan 2014 ini, Bareskrim telah menetapkan lima tersangka, yaitu dua tersangka dari pihak eksekutif, yaitu Alex Usman dan Zaenal Soleman. ?

?Alex diduga melakukan korupsi saat menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, sedangkan Zaenal saat menjadi PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat. Alex saat ini sudah divonis 6 tahun penjara, sementara Zaenal masih sedang menjalani proses persidangan.?

?Sementara itu, dua tersangka lainnya ialah dari pihak DPRD, yaitu Muhammad Firmansyah dari Fraksi Partai Demokrat dan Fahmi Zulfikar dari Fraksi Partai Hanura. Keduanya diduga terlibat dalam kasus UPS saat sama-sama menjabat di Komisi E DPRD DKI periode 2009-2014. Sedangkan dari pihak swasta yang menjadi tersangka adalah Dirut PT Offistarindo Adhiprima, Harry Lo.


Sumber: okezone.com

Ya Ampun! Ini Permintaan Nyeleneh Ahmad Dhani Kepada MUI Tentang Pencalonan Ahok!

transparanjujur.blogspot.com - Ahmad Dhani benar-benar dikenal sebagai artis yang penuh sensasi serta kontroversi. Sudah tak terhitung banyaknya suami Mulan Jameela ini menjadi topik utama pembicaraan lantaran sikapnya yang kerap frontal.

Tak hanya itu saja, Ahmad Dhani juga punya hubungan yang panas dengan beberapa tokoh, salah satunya adalah Ahok. Dhani sendiri tidak ragu untuk menyerang Ahok dengan kata-kata yang cukup pedas.

Terbaru, bapak lima anak ini meminta MUI agar mengharamkan Ahok untuk masuk masjid. Perkataan kontroversialnya ini ia tulis melalui akun Twitter miliknya.

"Harusnya MUI mengharamkan Ahok masuk masjid jika untuk pencitraan di pasca Pilkada," tulis Ahmad Dhani.

Sebenarnya bukan kali ini saja Ahmad Dhani melontarkan kata-kata pedas buat Ahok. Sempat pula beberapa waktu yang lalu Dhani menantang orang nomor satu di Jakarta itu untuk menemuinya di gedung KPK.

"Hok, ku tunggu bengsin mu tanggal 30 Mei. Aku paling depan demo di KPK. Kita liat siapa yang punya kelamin di antara kita. ADP," cuit Dhani kala itu.


Sumber: Kapanlagi.com

Astaga! KPK Ungkap Biaya Mahar ke Partai yang Besar untuk Maju Pilkada! Share!

transparanjujur.blogspot.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji seluk beluk dana kampanye pada gelaran pemilu kepala daerah (Pilkada) 2015 lalu. Lewat wawancara terhadap ratusan calon kepala daerah yang kalah, KPK diceritakan bahwa ada biaya yang nilainya tidak kalah signifikan dari biaya kampanye.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengatakan, ongkos tersebut berupa biaya mahar kepada partai politik pengusung. Selain itu ada juga biaya saksi yang nilainya tidak sedikit.

"Menurut responden, lebih signifikan sebelum kampanye, itu mereka mengeluarkan biaya mahar ke Parpol, dan sesudah kampanye mereka mengeluarkan biaya saksi di TPS," ujar Pahala saat menggelar jumpa pers di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2016).

"Biaya Pilkada di luar kampanye. signifikan nilainya terhadap total biaya Pilkada yang dikeluarkan Cakada. Biaya saksi bisa mencapai Rp 2 miliar untuk tingkat kabupaten," ungkap Pahala menirukan pernyataan salah satu respondennya.

Pahala tidak mengungkap kisaran besaran mahar yang diberikan respondennya kepada Parpol pengusung. Hanya saja ia menjelaskan bahwa besarnya mahar calon yang meminang partai dan yang dipinang, akan berbeda.

"Biaya terbesar adalah mahar partai yang dihitung berdasarkan jumlah kursi di DPRD. Biaya yang dikeluarkan sangat berbeda antara paslon yang dipinang partai, atau paslon yang meminang partai," jelasnya.

KPK melakukan wawancara terhadap 286 kepala daerah yang kalah saat maju di Pilkada 2015 lalu. Terkait dana kampanye, beberapa responden mengaku tidak melaporkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke KPUD.

"20 persen responden tidak melaporkan LPPDK. (Atau) ada biaya-biaya lain yang nilainya signifikan besar tapi tidak dimasukkan dalam LPPDK," tutur Pahala.

Hadir dalam jumpa pers adalah Komisioner KPU Ida Budhiati, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono, dan Sekjen Bawaslu Gunawan Suswantoro.


--------------------------
Sistem mahar ke partai seperti inilah yang membuat kepala daerah berlomba-lomba masuk penjara karena berupaya mengembalikan ongkos pilkada.

Dengan Ahok maju melalui jalur independen akan mengeliminasi praktik-praktik seperti ini. Meskipun diusung parpol, yakin tidak akan ada mahar-mahar karena posisi tawar Ahok dengan sejuta KTP sudah sangat bagus.

Share jika berkenan, terima kasih.


Sumber: detik.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India