Minggu, 01 Mei 2016

Begini Operasi Senyap Pemerintahan Jokowi Bebaskan 10 Sandera Dari Abu Sayyaf Tanpa Tebusan!


tokohterkini.blogspot.com - 10 WNI yang disandera kelompok bersenjata telah dibebaskan hari ini. Dalam negosiasi pembebasan itu, pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan dari pihak lokal di Filipina.

Hal ini diceritakan oleh salah seorang negosiator pembebasan 10 WNI, Mayjen Purn Kivlan Zein. "Kita dapat bantuan dari Gubernur Sulu Toto Tan," ujar Kivlan ketika dihubungi detikcom, Minggu (1/5/2016).

Toto Tan merupakan salah satu orang yang membantu jalannya negosiasi. Dia juga adalah keponakan dari pimpinan The Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari. Kivlan mengaku berteman dengan Nur Misuari ketika dirinya bertugas di pasukan Perdamaian Filipina Selatan tahun 1995-1996.

Pada suatu ketika, Nur Misuari dan Kivlan Zein pernah bertemu dan sejak saat itu keduanya menjadi teman. "Jadi Nur Misuari terlibat (pembebasan). Dia adalah teman saya," ujar Kivlan yang dikenal sebagai prajurit tempur.

Lewat Nur Misuari, Kivlan berhasil melakukan kontak dengan kelompok Abu Sayyaf dan menjalin komunikasi intens. "Ada banyak yang membantu kita di Filipina," jelasnya.

Mantan Kepala Staf Kostrad ini secara tegas mengatakan pembebasan 10 WNI tidak melibatkan uang tebusan. Bahkan uang tebusan yang disiapkan perusahaan tempat 10 WNI bekerja tidak dipergunakan.



Kivlan Zein adalah salah satu tokoh militer Indonesia yang pada pilpres 2014 silam juga menjadi tim sukses prabowo subianto.

Dia menghabiskan kariernya di kesatuan-kesatuan tempur TNI AD. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Kepala Staf Kostrad. Dia pernah terlibat berbagai operasi seperti operasi di Irian Jaya, Timtim dan operasi perdamaian di Filipina pada tahun 1996-1997.

10 WNI itu didrop oleh penyandera di luar rumah Gubernur Sulu pada Minggu dini hari. Mengetahui ada orang Indonesia di luar, Gubernur Sulu Toto Tan memasukkan 10 orang itu ke dalam rumah. Gubernur menjamu para sandera dengan makan nasi dengan lauk ikan goreng dan ayam goreng. Setelah itu mereka dibawa ke Provinsi Zamboanga, kemudian diterbangkan ke Jakarta


Ini Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi soal Pembebasan 10 Sandera Abu Sayyaf

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pembebasan 10 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia adalah kerja sama banyak pihak. Atas hal itu, Jokowi pun menyampaikan rasa terima kasihnya.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pernyataan pers resmi di Istana Bogor, Minggu (1/5/2016). Jokowi tampak didampingi Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Rencananya 10 WNI itu akan diterbangkan dari Filipina ke Indonesia. Mereka akan tiba tengah malam nanti di Bandara Halim Perdanakusuma.

Berikut adalah pernyataan lengkap Presiden Jokowi tentang pembebasan 10 sandera tersebut:

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah S.W.T, akhirnya 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sejak tanggal 26 Maret 2016 yang lalu, saat ini telah dapat dibebaskan.

Posisi detik ini akan diberangkatkan dari Zamboanga menuju ke Jakarta dan diperkirakan tengah malam akan sampai di Jakarta.

10 WNI dalam keadaan baik dan kondisi akan segera dipulangkan ke Indonesia dan perlu saya sampaikan banyak sekali pihak yang telah bekerjasama dalam pembebasan 10 WNI ini.

Oleh karena itu saya ingin menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu proses upaya pembebasan ini, baik yang formal maupun yang informal.

Ucapan terimakasih terutama juga saya tujukan pemerintah Filipina tanpa kerjasama yang baik, upaya pembebasan tersebut tidak mungkin membuahkan hasil yang baik.

Dan saat ini, kita masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI yang lainnya.

Di samping upaya pembebasan sandera, satu isu lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

Oleh karena itu akan diadakan pertemuan pada 5 Mei ini antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, yang bertemu adalah Menteri Luar Negeri dan Panglima dari Malaysia, Filipina dan Indonesia.

Demikian yang bisa saya sampaikan.

Terima kasih.


Panglima TNI Soal 10 WNI Bebas: Ini Bagian Operasi Intelijen TNI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebutkan ada unsur TNI di balik bebasnya 10 WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf. Menurutnya, pembebasan ini bagian dari operasi intelijen.

"Di dalamnya ada TNI, operasi di bawah operasi intelijen TNI," kata Gatot dalam jumpa pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5/2016) pukul 18.15 WIB. Gatot berbicara setelah Presiden Jokowi dan Menlu Retno Marsudi memberi keterangan pers tanpa tanya jawab.

Menurut Gatot yang paling utama dalam kejadian ini adalah pembebasan para sandera dalam keadaan selamat. Dia mengatakan kondisi sandera saat ini sudah sehat.

"Kita mengutamakan keselamatan para sandera dan ini kata kunci," ujarnya.

Gatot menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengupayakan untuk membebaskan 4 WNI lagi. Pembebasan itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Tidak lama lagi 4 WNI bisa kita bebaskan dengan selamat," ungkapnya.

10 WNI yang dilepaskan Abu Sayyaf adalah ABK kapal Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12. Sedangkan 4 ABK yang masih disandera merupakan ABK kapal Henri yang menarik kapal tongkang Christi.


sumber: detik.com

Wow! FPI Pakai Mobil Nomor Plat Cantik, Netizen Heboh Kritik Habieb Rizieq!


Sebuah status Facebook tentang FPI bikin rame sosial media kemarin. Sampai tulisan ini dipublikasikan, status tersebut sudah mendapat like sampai dengan 2100 orang dan dibagikan lebih dari 1900 kali.

Respon netizen pun rata - rata sama, yakni mempersoalkan nomor cantik mobil petinggi FPI ini. Lihat saja, Nomor cantik untuk wilayah DKI Jakarta tentu saja jumlahnya tidak sedikit. Tambah ramai lagi Netizen membanding - bandingkan dengan Ahok yang tidak punya mobil pribadi.

Berikut ini tulisan menggelitik yang redaksi beritateratas kutip langsung:

Para habib terutama habib FPI itu, mereka tidak bekerja, berdagang pun tidak. Tapi hidupnya mewah, rumahnya bagus dan besar, mobilnya lebih dari satu memakai plat nomor cantik pula.

Duit darimana semua kemewahan itu kalau tidak dari *sensor, politikus oportunis, dan setoran paksa dari warung dan nightclub ???

Pertama: Malu kepada Nabi Muhammad yang sangat sederhana.

Kedua : Sungguh pengkhianatan kepada Islam kalau Islam hanya dipakai untuk kepentingan ekonomi.

Ketiga : Pengikut para habib ini mirip seperti sindiran Alquran, summun bukmun umyun, Tuli Bisu Buta akan kejahatan di depan mata para habib ini.

Kejahatan sempurna yang seolah putih suci terbungkus agama.


"Habib itu tangan kanan tuhan ......berbuat dosa minta pengampunan sudah tidak ada masalah. .....bayak orang yg minta berkah kepadanya.....dan orang yg sadar selalu minta berkah sama sang pencipta mas ...."


"Aku sudah bisa pastikan bahwa FPI itu adalah Forum Perkumpulan Iblis. Iblis itu sangat lihai menggoda kita manusia. Dia pakai agama agar barangsiapa yg tolol bin bego segera ikut dgn ajarannya. Maka kita harus waspada. Jangan sekali-kali terpengaruh dgn kegiatan fpi sebab resikonya kita akan jadi penghuni neraka jahanam."

"Haram mbl buatan kafir... naik onta aja"

"Inikan mobil buatan America yg diharamkan kok bisa fpi memakainya"

"Lha mobilnya buatan kafir apa gak salah?"

"jatuh dari langit komplit plat nomer nya !!! forum perkumpulan iblis !!!!!!!!!"

"Itulah namanya iblis beragama, dipertanyakan se x integritas kepercayaannya, apakh perlu juga dipertanyakan integritas kebenaran agamanya?...

"Kerja kagak tapi bisa pakai mobil HUMMER dapat dari mana coba???? Sok Suci dan Sok Merasa Bersih apa tidak berkaca yah????"

"itu pakai stempel halal ga ya?"

"Patut diselidiki sumber pendapatannya."

"Jgn" dpt dari sumber waras!!! Kih kih kih"

"Mengajarkan Kesederhanaan Tapi Memamerkan Kemewahan"

"LHKPN Pak Ahok ternyata beliau gak punya mobil. Salut bnget deh....disaat para pejabat lomba2 beli mobil mewah, pak ahok malah tidak tertarik sama sekali. Karena prinsipnya pemborosan dan tidak sesuai dengan pemanfaatannya..."


Sumber: Redaksi BeritaTeratas.com & Status Facebook Vincent Nazalie Grup Save Ahok

Mereka Jelekin Saya Setengah Mati! Saya Ambil Hati Enggak? Enggak! Kita Profesional Saja


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah terbiasa dengan pandangan buruk dari PNS DKI maupun keluarga mereka.

Pria yang kerap disapa Ahok itu mengatakan, sejak dulu sudah banyak PNS DKI yang menjelekan dirinya bahkan sebelum dia dan Jokowi terpilih di DKI Jakarta.

Dia memberi salah satu contoh istri Rustam Effendi, mantan Wali Kota Jakarta Utara yang baru saja mundur dari jabatannya.

"Kalau kamu lihat WhatsApp istrinya di grup waktu (masa) kampanye, wah kamu ngeri bacanya. (Dia) ikut kampanye supaya jangan pilih Jokowi-Ahok sama teman-temannya," ungkap Ahok di rumahnya di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Minggu (1/5/2016).

Ahok mengatakan, masih banyak istri-istri PNS yang dulu menghasut agar pasangan Jokowi-Ahok tidak menang. Bahkan, PNS DKI yang saat ini menjabat juga pernah menjelekan Ahok saat masa kampanye Pilkada DKI 2012.

Contohnya adalah Mara Oloan yang kini menjabat sebagai Asisten Sekda DKI Jakarta bidang pembangunan dan Saefullah yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah DKI.

"Kamu kira Oloan enggak jelek-jelekin aku setengah mati? Kamu kira Saefullah enggak jelek-jelekin kita? Haduh, kita punya semua kok (data) waktu kita pencalonan. Saya ambil hati enggak? Enggak!" ungkap Ahok.

Ahok mengaku profesional saja. Semua sikap para PNS-nya itu dia anggap sebagai bumbu dalam pilkada.

Sekarang, dia memilih melihat secara adil kemampuan orang-orang yang dulu menjelekannya. Saefullah bahkan dia percayakan menjabat sebagai Sekda DKI hingga sekarang.

Ahok juga sering menggertak PNS-nya ketika dia menjabat. Kasus paling baru adalah ketika dia menyebut Rustam Effendi bersekutu dengan Yusril Ihza Mahendra.

Rustam tersinggung dengan ucapan tersebut hingga akhirnya Rustam memutuskan untuk mengundurkan diri.

Belakangan, Ahok juga mengatakan dia hanya bercanda dengan perkataannya itu. Dia pun mengaku tidak peduli apa yang diperbuat anak buahnya selama mereka bisa bekerja dengan baik.


sumber: kompas.com

Baca Juga:  Biarpun Kamu Katain Saya Kafir, Kalau Kamu Kerja Bagus, Tetap Naik Pangkat!

Rizal Ramli: Benahi Jakarta Teori Saja Tidak Cukup, Mesti Punya Nyali!


Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli memberikan buah pikirannya mengenai tata kota Jakarta sekarang ini. Menurutnya, untuk mewujudkan Jakarta menjadi lebih baik, teori saja tidak cukup. Harus ada pemimpin yang berani mengambil risiko dan bahaya.

�Jakarta sekarang butuh pemimpin yang punya nyali,� kata Rizal ketika menerima kedatangan bakal calon gubernur DKI Jakarta Teguh Santosa (tengah) di kediamannya di Jalan Bangka IX, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (24/4/2016) sore.

Menurut Rizal sudah banyak bakal calon pemimpin DKI Jakarta menawarkan konsep dan teori mengubah wajah ibukota jadi lebih baik. Ia tidak meragukan hal tersebut, tetapi saat ini butuh pemimpin yang berani untuk mengeksekusi teori tersebut langsung ke lapangan.

�Kalau cuma konsep-konsep sudah banyak yang pintar,� ujar Rizal.

Rizal menambahkan, masyarakat Jakarta juga sangat merindukan keberpihakan pemimpin pada rakyatnya. Karena selama ini banyak kebijakan pemerintah daerah yang salah asuh sehingga malah membuat kerugian bagi warga Jakarta.

�Keberpihakan dan keberanian bertindak. Rakyat Jakarta menunggu itu,� ujar Rizal.


Rizal Ramli (kiri) ketika menerima kedatangan bakal calon gubernur DKI Jakarta Teguh Santosa (tengah) di rumahnya di Jalan Bangka IX, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (24/4/2016) sore.
Dalam kesempatan itu Rizal juga mengingatkan, siapapun nanti yang akan menjadi Gubernur DKI Jakarta, harus memperbaiki tata ruang. Karena selama ini masyarakat sudah kekurangan fasilitas umum, mulai dari tempat rekreasi, dan taman di dekat tempat pemukiman warga.

Jakarta, menurut Rizal, masih sangat kekurangan ruang hijau terbuka. Rizal membandingkan dengan kota besar negara lain yang memiliki banyak taman, sementara di Jakarta sangat sedikit akses masyarakat berinteraksi di ruang hijau terbuka.

�Ini kota nggak manusiawi. Kota besar di dunia itu manusiawi,� ungkap Rizal.

Rizal semakin menyayangkan saat hampir di semua ibukota yang penganut negaranya di luar demokrasi lebih mengedepankan ruang hijau terbuka.

�Bukan hanya di negara kapitalis, di negara komunis, negara sosialis itu taman indah-indah dan luas-luas,� ujar Rizal.

Rizal menambahkan hal yang dibutuhkan masyarakat di Jakarta adalah akses jalan yang tenang. Juga dibutuhkan tempat rekreasi yang bersih dan nyaman, sehingga warga DKI Jakarta tidak perlu ke kota lain untuk menikmati wisata alam.

�Rakyat bisa jalan dengan tenang. Punya danau untuk berenang. Kita harus manusiawikan Jakarta dengan cara kasih rakyat akses yang sebaik baiknya di ruang publik,� ujar Rizal.

Dalam hal transportasi, Rizal mengatakan, angkutan umum perlu diperbanyak. Pasalnya kemacetan di Jakarta sudah sangat parah sehingga membutuhkan banyak transportasi publik yang dipersiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

�Transportasi publik kita ketinggalan banyak, puluhan tahun nggak ngapa-ngapain,� ujar Rizal.

�Jakarta sekarang butuh pemimpin yang punya nyali,� Bagaimana menurut Anda?


Source: jurnalpolitik.com

Karena Lihat Banyak Pejabat DKI Stres,Bapak Ini Bagi Trik Jitu Hadapi Ahok!

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika@Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

Sudah empat pejabat eselon II yang mengundurkan diri pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Pejabat yang mengundurkan diri baru-baru ini adalah Rustam Effendi. Rustam mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

Rustam mundur setelah sebelumnya sempat berselisih dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dengan kondisi seperti ini, Ahok kerap dinilai terlalu menekan bawahannya. PNS DKI pun dinilai stres karena itu.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika menceritakan bahwa dia tidak pernah stres bekerja dengan Ahok. Dia pun berbagi strateginya agar tidak stres dalam bekerja.

"Kita harus pahami posisi kita dalam bekerja. Bahwa saya ini adalah bawahannya Ahok. Walau saya profesor, doktor, di kantor ya saya tetap anak buah," kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (28/4/2016).

Agus menyampaikan dengan memahami hal dasar seperti itu, dia mengerti bahwa instruksi Ahok harus diikuti.

Hal kedua yang dilakukan Agus adalah bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan regulasi yang ada.

Dia tidak ingin membuat kesalahan sekecil apa pun. Sehingga, jika ada tuduhan dia melakukan hal yang salah secara regulasi, dia tidak merasa takut karena sudah merasa bekerja dengan maksimal.

"Lalu kalau pimpinan marah dan memang ada alasan untuk marah, wajar-wajar saja. Tinggal bagaimana kita perbaiki kesalahan itu dan segera kasih solusinya apa," ungkap Agus.

Gurauan dan sindiran Ahok

Agus juga mengatakan bahwa seharusnya PNS DKI tidak mengambil hati ucapan-ucapan yang dilontarkan Ahok, apalagi jika Ahok hanya bercanda. Karena di setiap candaan Ahok, terdapat hidden message yang harus dipahami oleh PNS DKI.

"Kalau pimpinan bergurau, pahami itu sebagai gurauan santai. Tapi tetap, jangan lupa untuk melihat di balik gurauan itu ada apa. Jangan-jangan ini sindiran nih. Dari gurauan, biasanya ada hidden message yang bisa kita pahami," ungkap Agus.

Ketika ditanya apakah Agus pernah disindir Ahok, Agus menjawab dengan lantang.

"Saya? Disindir Pak Ahok? Sering!" ungkap Agus.

Agus pun menceritakan pengalamannya. Dalam kalangan pejabat DKI, Agus mengaku dia termasuk PNS yang gemar bermain musik. Dia suka mengajak pejabat lainnya untuk bermain band bersama di kediamannya di Bogor.

Di ruangan Agus, foto-foto yang paling banyak dipajang adalah foto ketika bermain musik. Kegemarannya dalam bermain musik ini ternyata ditangkap oleh Ahok. Agus mengatakan, Ahok juga pernah menyindir hobinya itu.

"Kata dia, 'Pak Suradika kan senang main band. Dia kenal sama Raisa, tapi kita enggak dikenalin'. Padahal, saya enggak kenal Raisa, tapi kok Pak Ahok ngomongnya begitu ya," ungkap Agus.

Nah Agus mengatakan, ada pesan tersembunyi di balik gurauan sekaligus sindiran itu.

"Hidden message-nya, lo boleh main band, lo boleh kenal Raisa, asal kerja lo bagus," ungkap Agus.

Agus pun memilih untuk membuktikan hal itu kepada Ahok. Dia memilih untuk bekerja sebaik mungkin dan membuktikan bahwa hobinya bermusik itu tidak memengaruhi kinerjanya.

Sama seperti ketika Rustam disindir soal hobinya bermain golf. Seharusnya, hal itu tidak perlu dimasukkan ke hati. Rustam tinggal membuktikan bahwa hobinya bermain golf tidak membuat pekerjaannya memburuk.

"Ahok tuh orangnya fair. Kalau semua bekerja baik, apa yang perlu dirisaukan?" ujar Agus.

Bagaimana menurut Anda?

sumber: kompas.com

Saat Buruh Bubaran, Sampah pun Berserakan! Inilah Potret Buruh Negri Ini!


Seusai buruh melakukan aksinya di kawas?an Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tampak sisa sampah berserakan.

Jika biasanya petugas kebersihan hanya mengumpulkan sampah dalam jumlah dua kantong plastik berukuran 50 sentimeter x 25 sentimeter, namun hari ini petugas mengumpulkan 35 kantong plastik sampah.

Petugas kebersihan Kelurahan Menteng, Darmawan (41), menyampaikan dalam setiap aksi demo, pihaknya selalu mendapati sampah berserakan.

�Sekarang kalau demo sesuka hati buang sampah, pasti lokasi itu kotor. Pemandangannya tidak indah gitu. Ya kita-kita juga yang rugi,� ungkapnya, di Bundaran HI, Minggu (1/5/2016).

Darmawan juga mengatakan, walaupun biasanya acara car free day banyak sampah, namun sebagian pedagang memungut sampahnya sehingga petugas juga ikut terbantu.

Berbeda dari aksi demo yang kerap terjadi di kawasan Bundaran HI, oleh karena itu pada hari ini petugas disebar di beberapa titik aksi demo untuk mengambil sampah.

�Sehari-harinya petugas yang membersihkan kawasan Bundaran HI mencapai belasan orang. Hanya saja, rekan-rekannya yang lain itu disebar di beberapa titik yang dilalui para pendemo,� ungkapnya.

Berbeda dengan demo buruh di Jakarta, ratusan buruh di Semarang malah membersihkan Danau Rawapening.

Lihat Nih!! Peringati "May Day", Ratusan Buruh di Semarang Bersihkan Danau Rawapening


Sekitar 5.000 relawan termasuk buruh bergabung dalam gerakan #saverawapening2 di dermaga Sumurup, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang, Minggu (1/5/2016). Mereka bersama-sama membersihkan enceng gondok dari permukaan Rawapening.
Ratusan buruh di Kabupaten Semarang memilih merayakan Hari Buruh 2016 dengan bergabung bersama aksi bersih-bersih Rawapening yang dipusatkan di Dermaga Sumurup, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang, Minggu (1/5/2016).

Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Farmasi Kesehatan (FSP Farkes) Reformasi, ikut berkubang lumpur demi mengangkat hama eceng gondok dari danau Rawapening.

Ketua DPC FSP Farkes Reformasi Kabupaten Semarang Irfai mengatakan, pihaknya sengaja memberikan nuansa yang berbeda dalam perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini.

Menurut Irfai, buruh tidak harus selalu berargumen dengan manajemen dalam menuntut hak-haknya, namun juga perlu berkontribusi kepada masyarakat disekitarnya.

"Kalau di Jakarta itu dari pabrik ke pabrik nantinya akan membentuk ormas. Tapi aksi kita di sini peduli pada lingkungan, dari pabrik ke publik. Buruh tidak hanya berjuang di dalam pabrik, tapi juga andil mengambil peran dalam aksi yang lebih nyata. Rawapening ini kalau dikelola dengan baik, maka rakyat tidak perlu pergi (bekerja) ke pabrik lagi," ungkap Irfai.

Kooordinator #saverawapening2 Prapto Nugroho menuturkan, bergabungnya para buruh dalam aksi bersih-bersih eceng gondok ini menunjukkan bahwa gerakan buruh mulai menemukan bentuk kreatifnya melalui sejumlah terobosan. Salah satunya dalam hal kepedulian lingkungan.

"Serikat buruh luar biasa. Jadi teman-teman buruh ini sudah mulai berpikir positif dalam arti, bahwa "May Day" tidak hanya demo, tapi dengan aksi nyata. Rombongan buruh tadi datang ke sini dan langung bersinergi turun ke lapangan bergabung dengan relawan," kata Prapto.

Prapto menambahkan, #Saverawapening2 ini diikuti sekitar 5.000 relawan, termasuk di antaranya adalah personel TNI, Polri, SAR dan berbagai komunitas dari Semarang dan sekitarnya.

Kapan yah buruh yang demo di Jakarta ini bisa peduli dengan kebersihan lingkungan?


Editor: Admin tokohterkini.blogspot.com
Source: Kompas.com

Ahok Terkejut! Buruh Tolak Reklamasi Teluk Jakarta Dan RUU Tax Amnesty!


Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan ada sekitar 3.000 bus yang menuju Jakarta guna membawa rombongan buruh untuk memperingati hari buruh atau mayday yang jatuh pada 1 Mei ini.

Mereka akan menyuarakan sejumlah tuntutan, salah satunya adalah menolak reklamasi dan RUU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty).

"Aksi may day di Jakarta bersamaan dengan "car free day", oleh karena itu diharapkan masyarakat Jakarta mengantisipasi hal ini karena akan masuk lebih dari 3 ribu bus ke kawasan bundaran HI - Istana - GBK," kata Said Iqbal.

Para buruh akan menyuarakan isu seragam di seluruh Indonesia, yaitu:

1. Cabut PP 78/2015 - Tolak upah murah - Naikkan upah min 2017 Rp 650 ribu.

2. Stop kriminalisasi buruh - Stop PHK.

3. Tiga Tolak, yaitu Tolak reklamasi teluk jakarta - Tolak penggusuran - Tolak RUU Tax Amnesty.

4. Deklarasi ORMAS Buruh serempak di 32 propinsi 250 kab/kota sbg alat perjuangan politik kaum buruh ke depan.

May Day tahun ini, kata Iqbal, fokus melawan kebijakan pemerintah yang saat ini masih belum berpihak kepada buruh, yaitu masih rendahnya daya beli buruh dan minimnya kesejahteraan buruh serta makin tingginya kesenjangan pendapatan yang ditunjukkan dengan angka ratio 0,42.

Semua ini, kata Iqbal, akibat kembalinya rezim upah murah dan menghilangkan hak berunding serikat buruh melalui PP No 78/2015 dan sungguh aneh secara bersamaan pemerintah mengampuni pengusaha pengemplang pajak melalui RUU Tax Amnesty, yang secara bersamaan gerakan buruh dibungkam dengan kriminalisasi.

"Buruh juga miris dengan maraknya penggusuran dan reklamasi teluk Jakarta yang menyengsarakan orang kecil dan buruh informal," ungkap dia.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan mengapa buruh memasukkan penolakan reklamasi Teluk Jakarta dalam tuntutan mereka di Hari Buruh pada 1 Mei mendatang.

"Saya kira itu haknya mereka. Kok buruh hubungannya dengan reklamasi?" ujar Basuki yang akrab disapa Ahok, di Balai Kota, Jumat (29/4).

Menurut Ahok, proyek reklamasi justru akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga.


Source: Rimanews/Antaranews

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India