Kamis, 03 Maret 2016

Lulung Ancam Keluar Jika PPP Dukung Ahok, PPP: Silahkan saja!


Dewan PPP (Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan) sampai saat ini belum menuai keputusan untuk calon yang layak diusung dalam bertarung di pilgub DKI Jakarta pada 2017, termasuk ada kemungkinan untuk mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tetapi, jika PPP nantinya memutuskan untuk mengusung Ahok sebagai calon petahana, maka tidak boleh ada kadernya yang mengintervensi, ini tak terkecuali Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung).

Juru Bicara DPP PPP, Arsul Sani, mengungkapkan, partainya tidak akan terpengaruh dengan ancaman Lulung yang mengancam akan keluar dari partai berlambang Kakbah itu.

"Soal orang mau mundur, terlepas penyebabnya karena setuju atau tidaknya dengan calon yang diusung, maka yang bisa saya katakan bahwa PPP partai yang sudah lama, tidak bergantung pada orang perorangan," kata Arsul saat dihubungi, Jumat (4/3/2016).

Arsul juga menambahkan, DPP PPP saat ini belum terlalu membahas penyelenggaraan pilkada serentak 2017. Karena, partainya masih fokus dengan proses islah antara PPP hasil Muktamar Surabaya dan PPP hasil Muktamar Jakarta.

"Fokus kami adalah penyelenggaraan muktamar April yang akan datang," sahut dia.

Lulung sebelumnya mengaku yakin, petinggi partainya di tingkat pusat tidak akan mendukung gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah 2017.

Lulung bahkan juga menyatakan, jika petinggi PPP di tingkat pusat mendukung Ahok, maka dirinya akan memilih keluar dari partai berlambang Kakbah itu.

"(Kalau PPP mendukung Ahok) mending gue mundur," sahut Lulung di Gedung DPRD DKI, Kamis (3/3/2016).

Lulung menyatakan, dirinya lebih memilih mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Yusril Ihza Mahendra, sebagai calon gubernur dari PPP. Dia mengatakan akan memperjuangkan usulannya itu ke pengurus PPP di tingkat pusat.


Baca Juga: Foto 'Gadis Rimba' Cantik Hebohkan Netizen, Ada Kisah Mengejutkan di Baliknya


Sumber: Kompas

Foto 'Gadis Rimba' Cantik Hebohkan Netizen, Ada Kisah Mengejutkan di Baliknya


Media sosial Facebook baru saja dihebohkan dengan kehadiran foto �gadis rimba� nan cantik yang sedang beraktivitas di rumah sederhana. Foto tersebut diunggah Donny Sophandi di akun Facebook-nya, pada 2 Maret 2016. Walaupun baru sehari, ternyata foto ini banyak menarik respon dari netizen. Paling tidak, hingga Kamis (3/3/2016) sore, foto ini sudah ada lebih dari 500 kali yang menyukai, lebih dari 600 kali dibagikan, dan lebih dari 124 kali yang mengomentari. Di foto ini, si gadis �diceritakan� dalam suatu mozaik berbingkai. Bagian atas foto adalah fotonya saat ia masih kanak-kanak, sedangkan di bagian bawah adalah fotonya yang paling baru.



 

�Gadis belantara menuju Ibu Kota. Namanya Rahmasari, foto atas saya abadikan pada tahun 2006 ... di depan rumahnya di Dusun Hujung, Haratai 2, Kecamatan Loksado (Kabupaten Hulu Sungai Dalam, Kalimantan Selatan, red). Saat itu Rahma baru duduk di kelas 3 SD. Foto bawah saya abadikan pada 27 Februari 2016, saat Rahma liburan kuliah persis di depan rumahnya 10 thn lalu,� begitu catatan Donny dalam postingan ini. Seperti yang kita lihat, foto bagian atas adalah ketika Rahma masih SD, mengenakan kaus berwarna pink. Di sekitarnya ada balita (lebih kecil darinya). Lalu, foto di bagian bawah adalah Rahma ketika sudah beranjak dewasa; dia terlihat memakai kaos berwarna ungu dipadu dengan celana pendek berwarna gelap.

Foto Rahma dewasa ini ada tiga. Dua diantaranya menunjukkan dia sedang duduk di teras rumah punggung yang terbuat dari kayu. Sedangkan satu lagi adalah foto Rahma ketika sedang beraktivitas dengan kayu bakar, mungkin dia sedang membakar (makanan) sesuatu. Di belakang Rahma ada seseorang yang sepertinya menutup diri dengan kain sarung.
Menurut kisah Donny, Rahma kini mengadu nasib dan menuntut ilmu di Jakarta. Donny tidak menyebutkan nama sekolah atau kampusnya.



�Meski bergelut dengan gemerlap kota metropolitan dan pertumbuhan modernisasi yang tak terbendung, Rahmasari tetap seorang gadis dusun. Gadis yang masih memelihara adat istiadat serta budaya yang diturunkan orang tuanya, yaitu kesederhanaan,� ungkap Donny.

Sumber: Tribunnews

Ridwan Kamil: Siapa Yang Menolak Ahok Karena Ia Orang Tionghoa Adalah Orang Bodoh


Sesaat setelah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyampaikan tak bakal maju dalam Pilkada DKI 2017, beliau membuat posting tulisan di akun Facebook. Beliau menyayangkan masih adanya isu pribumi dan nonpribumi di masyarakat yang berpotensi menyebabkan perpecahan, padahal jika dirunut kembali sebagian besar penduduk Indonesia sekarang ini adalah turunan dari bangsa Micronesia yang berasal dari Tiongkok.

�Sehingga mengadu domba etnisitas manusia Indonesia hari ini dengan istilah pribumi bukan pribumi adalah kebodohan,� kata Kang Emil � panggilan akrab Ridwan Kamil � melalui akunnya di Facebook, Senin 29 Februari 2016.

Kang Emil mengambil logika Indonesianis, Ben Anderson, yang menyebut Indonesia sebagai �imagined community� yaitu imajinasi ambisius dengan menyatukan 17 ribu pulau dan lebih dari 700 bahasa. Dan Hal ini didukung dengan kayanya Indonesia dan ragamnya yang menjadi nilai tinggi.

Tidak heran, kata dia, Jika Belanda rela melakukan tukar guling New Amsterdam atau New York sekarang dengan Inggris demi sebuah Maluku. Tetapi yang menurutnya penting disadari adalah bahwa masyarakat Indonesia saat ini adalah hasil percampuran orang Micronesia yang datang ke Indonesia ribuan tahun lalu. Mereka juga mendatangi Taiwan dan Filipina.

�Jika mau melihat leluhur bangsa Indonesia, datangi kaum aborigin Taiwan yang genetikanya mirip dengan sawo matang manusia modern Indonesia hari ini,� kata Kang Emil.

Isu suku dan ras merupakan isu yang cukup dominan dalam Pemilu Indonesia. Bahkan di Pilkada DKI Jakarta, hal ini sudah langganan dijadikan sebagai kampanye hitam oleh para lawan politik pihak-pihak yang dianggap berasal dari ras yang tak asli Indonesia maupun agama minoritas.


sumber: viva.co.id

Rabu, 02 Maret 2016

Super Kereenn! Inilah Konsep Kalijodo Yang Disiapkan Untuk Masyarakat Ke Depannya

Pemprov DKI Jakarta sudah mulai menyiapkan konsep "Site Plan" untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam pengembangan wilayah eks lokalisasi Kalijodo di wilayah perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Dyah Kurniati menyampaikan bahwa untuk konsep dari ruang sendiri telah disusun dengan sembilan konsep ruang, yang nantinya akan dibangun di Kalijodo.

"Disiapkan dari kebutuhan jogging track, sarana olahraga dan lokasi untuk berkumpul dan menikmati taman," ungkap Ratna di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (29/2/2016).




Nah, kita akan mengupas apa saja 9 Konsep Ruang yang telah dipersiapkan untuk eks wilayah kalijodo ini. Mari kita simak!

9 KONSEP RUANG KALIJODO




Ada sembilan konsep ruang yang akan dibangun, diantaranya adalah :

1. Entrance Gate

Konsep pertama adalah Entrance Gate (Gerbang Pintu Masuk) untuk bisa masuk ke dalam wilayah Ruang Terbuka Hijau ini nantinya.

2. Amphitheater

Amphitheater merupakan sarana pertunjukan seni, baik itu dalam bentuk musik atau apapun. Kata Aphitheater selalu identik dengan kebudayaan Roma masa lalu dengan adanya Colosseum. Di Bandung pun sudah ada dengan ukuran yang lebih kecil, terletak di samping sungai.

3. Pedestrian Way

Pedestrian Way atau biasa lebih dikenal sebagai "Jalur Pejalan Kaki" merupakan jalan yang dibutuhkan di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Masyarakat butuh tempat untuk bisa berjalan kaki agar bisa berolahraga supaya lebih sehat.

4. Sitting Area

Kalau yang ini tentu kita sudah familiar dong untuk membayangkannya. Ya! Ini adalah dimana tempat para pengunjung taman RTH Kalijodo bisa duduk-duduk santai bersama teman atau keluarga menikmati area ini.

5. Fountain Children Play Ground

Konsep yang kelima ini adalah tempat bermain anak-anak kecil. Di tempat umum Ibu Kota Jakarta sudah sangat jarang sekali terlihat area bermain untuk anak-anak. Oleh karena itu, ada bagusnya juga diadakan tempat bermain anak ini.

6. Picnic Area

Nah kalau Anda suka piknik, tentu area ini sangat bagus untuk Anda kunjungi. Di area ini, para pengunjung akan bisa piknik bersama keluarganya.

7. Futsal Area

Senang olahraga futsal? Para lelaki sepertinya akan sangat senang mendengar kabar ini. Ya! Kalijodo akan dibuatkan sebuah lapangan futsal untuk para warga bisa bermain futsal bersama.

8. Skateboard Park

Kurang lebih ini sama seperti tempat bermain futsal, tempat untuk bermain skateboard juga akan disediakan di Kalijodo ini.

9. Forest Sclupture

Bukan hanya hutan biasa, tapi berupa pohon-pohon atau tumbuhan-tumbuhan yang memiliki makna tersendiri. Nanti akan ada informasi pada setiap pohon mengenai apa jenisnya dan informasi lain mengenai pohon tersebut. Jadi lebih menyerupai Hutan Edukasi untuk masyarakat.

Fasilitas dan utilitas yang ada di lokasi tersebut nantinya akan dilengkapi dengan tempat sampah dan lampu di jalur pedestrian (pejalan kaki). Dengan begitu warga bisa menggunakan lokasi tersebut dengan aman dan nyaman.

Dengan penataan konsep ruang dan konsep fasilitas dan utilitas diharapkan lokasi bisa optimal manfaatnya.

Wow, sungguh keren sekali ya kalijodo yang akan datang ini.


Baca Juga: Teman Ahok Keluarkan Bukti, DPP Gerindra Terancam Terjun Dari Monas!

Sumber: hatree.net

Bangga! Ahok Asuransikan Kesehatan Semua Pasukan Oranye ke Sistem JKN


Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengumpulkan semua lurah dan camat di Balai Kota. Ahok mau supaya seluruh Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) atau yang lebih dikenal dengan pasukan oranye jadi peserta BPJS Kesehatan.

�Kita juga mau mereka merasakan ada BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Ini dalam rangka ke depan semua penduduk Jakarta saya harapkan memiliki premi asuransi. Kalau dia swasta mau ikut ya silakan. Kita tidak ingin maksa. Tapi yang belum harus,� ujar Ahok di Gedung Pola Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).

Semua biaya BPJS bagi pasukan oranye nantinya akan ditanggung oleh Pemprov DKI. Pikir Ahok, para pekerja itu berhak menikmati fasilitas dari BPJS ketika mereka sakit. Selain PPSU, pegawai kontrak di kelurahan serta SKPD juga akan mendapat fasilitas ini.

Ahok kemudian menceritakan para pekerja itu hanya digaji sesuai UMP dan maksimal 13 kali selama setahun. Oleh karena itu bila pekerja itu sakit, atau bahkan meninggal dunia sering kali keluarganya terbebani secara finansial.

�Saya tanya sama lurah kalau dulu ada pegawainya meninggal kita cuma ngumpulin duit uang duka, pernah enggak kekumpul sampai Rp 100 juta? Mana ada? Paling juga Rp 10 juta � Rp 20 juta. Ini (BPJS) kalau meninggal dapat Rp 136 juta atau Rp 137 juta. Kemarin sudah ada beberapa kejadian, sudah ada yang meninggal PPSU dan PHL dapat Rp 137 juta. Ini kita harapkan gotong royong, (agar) meninggalkan warisan,� pesan Ahok.

Ahok bersama jajarannya pun kemudian menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan Divisi Regional IV. Kontrak kerja sama ini adalah sesuai dengan Perpres 111 tahun 2013.


Baca Juga: Teman Ahok Keluarkan Bukti, DPP Gerindra Terancam Terjun Dari Monas!

sumber: detik.com

Ahok Geram Marahi Diskominfomas karena Tak Ada CCTV Rekam atas Aksi Pembuangan Kabel Misterius


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sudah memarahi Diskominfomas (Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan) DKI Jakarta lantaran tidak adanya CCTV atau kamera pengawas yang merekam aksi pemasukan kulit kabel ke dalam saluran air got di Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Kami tidak ada rekaman CCTV-nya. Makanya saya marahin Diskominfo, kalian ini maunya apa? Saya sudah minta rekaman tiga hari kok enggak ada," kata Ahok, di Balai Kota, Selasa (1/3/2016).

Walau demikian, Ahok tidak mau menengarai hal ini sebagai sebuah sabotase ataupun konspirasi.

Atas kasus ini, Ahok mengaku sudah melapor kepada pihak polisi. Tak hanya itu, ternyata kasus yang sama pada tahun 2014 lalu di Jalan Medan Merdeka Barat juga sudah dilaporkannya ke pihak kepolisian.

"Polisi sudah meneliti. Tapi susah, karena enggak ada CCTV," kata Ahok.

Sampai saat ini sudah ada 12 truk yang mengangkut tumpukan kulit kabel yang ditemukan di sepanjang selokan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Asal dari mana benda-benda tersebut pun belum jelas. Kepala Dinas Tata Air DKI Teguh Hendarwan mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melacak keberadaan pemilik barang-barang itu.

"Sudah ditangani oleh Krimsus (Polda Metro Jaya). Mudah-mudahan segera terungkap," ujar Teguh.

Seharusnya jika ada rekaman CCTV, maka menangkap dan terungkapnya pelaku akan jauh lebih mudah.


Sumber: kompas

Selasa, 01 Maret 2016

Telah Ditemukan 11 Truk Bungkus Kabel Di Selokan, Permainan Politik Siapakah Ini?


Sampai hari ini petugas Suku Dinas (Sudin) Tata Air Jakarta Pusat telah mengangkut sebanyak 11 truk sampah bungkus kabel dari satu titik drainase di Jalan Medan Merdeka Selatan. Limbah ini dikumpulkan di tempat penampungan yang berada di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

"Dari hari Rabu sampai sekarang udah 11 truk ada. Kemarin 9 truk, sekarang 3 truk," kata staf Sudin Tata Air Jakarta Pusat, Satino saat ditemui detikcom di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).

Sampah-sampah bungkus kabel ini diangkut di gorong-gorong pada persimpangan lampu merah Jl Medan Merdeka Selatan, tepatnya dekat gedung Kementerian ESDM. Sejak Rabu (24/2) seminggu yang lalu petugas terus mengangkut sampah bungkus kabel dan hari ini sudah terkumpul 11 truk.

Ukuran bungkus kabel ini bermacam-macam dan sudah tertutup lumpur. Ini dikarenakan sudah terlalu lamanya kabel itu terendam di dalam gorong-gorong. Oleh karena memenuhi saluran air, akhirnya air sulit mengalir sehingga menyebabkan genangan di ruas Jalan Medan Merdeka Selatan.

Semua sampah bungkus kabel dikumpulkan di tempat penampungan sementara. "Ini ditampung dulu ke tempat penampungan di Benhil," jelasnya.

Foto-foto:



Kita bisa lihat petugas sedang mengeluarkan bungkus kabel dari selokan.



Petugas PPSU ini sedang memegang bungkus kabel.





Kabel-kabel tersebut dimasukkan ke dalam truk oleh petugas.

Satino menjelaskan pencarian kabel di got ini berawal dari 2 minggu yang lalu saat hujan deras dan jalan sekitar kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat tergenang. Anehnya setelah got dikuras, aliran air masih tetap tidak lancar. Ternyata saat petugas membuka gorong-gorong di Patung Kuda, malah menemukan tumpukan sampah bungkus kabel.

Sekarang petugas terus menyisir gorong-gorong di kawasan ring 1. Tetapi, belum diketahui siapakah pemilik bungkus kabel yang jumlahnya sangat banyak ini.
Kira-kira permainan politik siapakah ini?

Baca Juga: Teman Ahok Keluarkan Bukti, DPP Gerindra Terancam Terjun Dari Monas!

Sumber: hatree.net

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India