Selasa, 22 Desember 2015

Inilah Azab Para Da�i yang Tidak Menjalankan Nasihatnya Sendiri

SIAPA lah yang tahu nanti di akhirat kita akan termasuk ke dalam penghuni surga atau mungkin saja penghuni neraka. Semua amal perbuatan yang sudah dilakukan di dunia akan diperhitungkan dengan seadil-adilnya. Jadi di neraka nanti tidak dapat ada yang bisa mengetahui siapa yang akan menjadi penghuninya, bahkan tidak tertutup kemungkinan untuk para da�i.

Bisakah orang yang sudah shaleh setingkat da�i masuk ke dalam neraka? Bisa saja. Mengapa demikian? Bukankah para da�i adalah yang selama ini selalu menasihati kita, dan memberitahu kita perkara yang baik? Mengapa bisa orang shaleh juga ikut masuk neraka?

Ternyata, para da�i yang masuk ke neraka itu dikarenakan mereka hanya selalu memberi nasihat, namun mereka sendiri tidak turut menjalankannya. Astaghfirullahalaziim� Agar kita juga tidak ikut terjebak dalam panasnya api neraka, berikut ini penjelasannya agar tidak terjadi kekeliruan di antara kita...

[1] [2] [3]

Kamis, 17 Desember 2015

Kabar Gembira! Menhub Jonan Cabut Larangan, Go-Jek dkk Akan Kembali Beroperasi

Menteri Perhubungan Jonan mencabut larangan beroperasinya Go-Jek dkk. Jonan mengatakan, Kemenhub untuk sementara mempersilakan Go-Jek dkk untuk beroperasi.

"Ojek dan transportasi umum berbasis aplikasi dipersilakan tetap beroperasi sebagai solusi sampai transportasi publik dapat terpenuhi dengan layak," ujar Jonan di Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Baca juga: Inilah Aturan yang Menjadikan Go-Jek Cs Dilarang Beroperasi oleh Kemenhub

Jonan mengatakan, sesuai UU 22 thn 2009, kendaraan roda dua tidak dimaksudkan untuk angkutan publik. Namun kenyataannya realitas di masyarakat menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara kebutuhan transportasi publik dan kemampuan menyediakan angkutan publik yang layak dan memadai.

"Kesenjangan itulah yang selama ini diisi oleh ojek, dan beberapa waktu terakhir oleh layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek dan lainnya," urai dia.

"Terkait dengan aspek keselamatan di jalan raya yang menjadi perhatian utama pemerintah, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan Korlantas Polri," tutup Jonan.

Share informasi bahagia ini, Go-Jek tak jadi ditutup :)

Go-Jek, Grab Taxi, Ojek Online dkk Resmi Dilarang Di Indonesia!

Kementerian Perhubungan resmi melarang seluruh ojek ataupun taksi yang berbasis aplikasi online atau apps untuk menawarkan jasanya karena dinilai tidak memenuhi ketentuan resmi sebagai angkutan umum.

"Grab Taxi atau apapun namanya boleh saja, sepanjang kendaraannya memiliki izin sebagai transportasi umum, termasuk harus di KIR," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Kamis (17/12/2015).

Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis mengatakan pelarangan beroperasi tersebut ada jelas dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, pada tanggal 9 November 2015.

[1] [2] [3]

Rabu, 16 Desember 2015

Ternyata Ini 4 Kebiasaan Baik Yang Dibangun Pasangan Bahagia Sebelum Menikah

Pernahkah kamu melihat pasangan yang serasi, yang meski tidak begitu mengumbar keromantisan, tapi mereka berdua terlihat sangat cocok dan saling melengkapi satu sama lain. Pasangan kekasih yang seperti ini biasanya menghasilkan pernikahan yang bahagia, karena mereka sudah serius dengan hubungan mereka dan perasaan mereka juga sudah matang dan dewasa.

Pasangan kekasih yang baik seperti ini punya kebiasaan baik juga yang dilakukan bersama-sama sebelum ke jenjang pernikahan, simak 4 kebiasaan baik yang dibangun pasangan bahagia berikut ini:

1. Membuat rancangan finansial bersama

Masalah finansial termasuk hal yang sensitif, dan penting untuk dibicarakan bersama sebelum ke jenjang pernikahan. Mengelola sirkulasi keuangan rumah tangga bisa menjadi hal yang rumit. Karena itulah dibutuhkan diskusi dan kesepakatan bersama supaya tidak menyebabkan masalah di kemudian hari.

2. Pergi wisata...

[1] [2] [3]

Selasa, 15 Desember 2015

Keren, Respek Abis! Menantu Jokowi Cek Kandungan Di Klinik Biasa, Tanpa Paspampres!

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming telah menikahi Selvi Ananda Putri pada beberapa waktu yang lalu. Sosok seorang Selvi, ternyata adalah seorang yang sederhana. Seorang warga Solo dikejutkan dengan kehadiran Selvi di sebuah klinik umum di Solo.

Selvi diketahui mengantri di klinik bernama Padma Health Centre, sebuah klinik yang biasa saja dan jauh dari kemewahan. Ketika itu, Selvi sedang memeriksa kandungan anak pertamanya.

Seorang Netizen Solo kemudian memposting cerita pertemuannya ke media sosial. Tak perlu waktu yang lama, kabar tersebut pun banyak di-share orang dan mulai viral di jejaring sosial.

Sedikit kita mengingat, pernikahan Selvi dengan Gibran pada Juni lalu dilangsungkan dengan sederhana, meskipun beliau seorang anak presiden.

"Pas nunggu obat di apotek, lihat sepasang pasutri muda yg sepertinya baru selesai periksa kehamilan di klinik yg sama. Wajahnya cukup familiar, wow ternyata mereka anak dan mantu Presiden bok," demikian yang diungkapkan Alwi Muhammad, seorang pengguna media sosial.

Tentu saja Alwi kaget, karena ia tak pernah menyangka bisa melihat anak presiden ikut mengantri di klinik yang bertarif Rp 50 ribu sekali kontrol itu...
[1] [2] [3]

Telinganya Gatal, Pria Ini Menemukan Sesuatu Di Dalam Telinganya... Lihat Apa Yang Ada Di Dalam?

Pernahkah kamu merasa saat pergi keluar, ada sesuatu yang mengikuti pulang?

Lelaki ini pergi berenang di danau dekat rumahnya, saat pulang dia merasa ada kegatalan di telinganya...

Karena keterbatasan visual, pria ini pun mengambil HP lalu merekam telinganya...

Awalnya memang tidak ada yang aneh dengan telinganya, tapi beberapa detik kemudian ternyata ada sesuatu di dalamnya!

Sesuatu itu menampakkan dirinya, lalu masuk kembali! Jadi ingatlah, kita harus menjaga diri kita sebaik mungkin ketika di luar, jika tidak maka mungkin kita pun akan bernasib sama dengan lelaki ini, ada sebuah teman yang hidup di telinganya.

Share dan ceritakanlah keluar, mari kita ingatkan teman - teman kita untuk memprioritaskan keamanan.

Minggu, 06 Desember 2015

Makan Mie Intan Namun Tetap Sehat? Kok Bisa? Ternyata Ada Rahasianya

Mie instan sangat lekat dengan masyarakat Indonesia. Negara Indonesia ternyata menduduki peringkat kedua dalam konsumsi mie instan terbanyak, peringkat pertama adalah penduduk China.

Ingin makan mie instan tanpa perlu takut akan pengaruh buruk terhadap tubuh, simak tips berikut:



1. Bumbu mie instan janganlah dipakai habis

�Anggapan masyarakat selama ini makan mie instan adalah beracun dan bahaya, ini tidak sepenuhnya benar. Namun, bukan berarti Anda bebas makan mie instan lima kali dalam sehari,� ujar Dr Siong. Menurut  Dr Tee E Siong, Presiden Masyarakat Gizi Malaysia, penggunaan bumbu mie instan cukup secukupnya saja.

2. Tambahkan bahan lain dalam sajian mie instan

Anda dapat menambahkan telur, sarden, daging cincang, atau sayuran segar. Dengan penambahan seperti ini, mie instan akan memiliki gizi yang lebih baik dibanding hanya merebus dan memakannya begitu saja.

3. Hindari mencampur nasi dengan mie instan

Sebagian masyarakat kita percaya jika belum makan nasi, berarti belum makan ?. Sehingga tak jarang pula yang mencampurkan nasi ke dalam konsumsi mie instannya. Ternyata dari segi kesehatan adalah kurang baik apalagi bila dikonsumsi sering dan terus menerus. Ini karena dua-duanya merupakan sumber karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi.

4. Kurangilah konsumsi mie instan, khususnya perempuan

Berdasarkan penelitian, konsumsi mie instan sebanyak 2 kali dalam seminggu dapat mengundang berbagai macam penyakit seperti: kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan peningkatan gula darah. Bahkan perempuan memiliki resiko 68% lebih tinggi terkena sindrom metabolisme, jika dibandingkan dengan pria dalam jumlah konsumsi yang sama.

5. Air rebusan mie sebaiknya dibuang

Dalam memasak mie biarkan airnya sampai benar-benar mendidih agar kematangan mie terjamin. Setelah mendidih pun diamkan setidaknya 3 hingga 10 menit. Air rebusan mie tentunya mengandung ampas residu, rebusan pertama lah yang biasa menyerapnya. Sehingga setelah mie selesai direbus, sajikanlah dengan air panas baru yang bersih.

6. Konsumsi cukup satu atau dua kali dalam sebulan

Memang makan mie instan bisa jadi suatu kegemaran. Namun untuk menyiasatin kegemaran ini, disarankan hanya mengkonsumsinya sebanyak satu atau dua kali dalam sebulan. Adakah teman atau saudara yang punya kegemaran mengkonsumsi mie instan cukup mengkhawatirkan? Ayo share artikel ini supaya teman mu dapat terbantu dalam membentuk pola hidup yang lebih sehat :)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India